Kisah Orangutan di Kalimantan Dipaksa Jadi PSK, Dibayar Rp37 Ribu untuk Pekerja Kebun Sawit

Andre Purwanto
Kamis 02 September 2021 09:51 WIB
Kisah Orangutan di Kalimantan Dipaksa Jadi PSK, Dibayar Rp37 Ribu untuk Pekerja Kebun Sawit
Orangutan di Kalimantan dijadikan PSK, dibayar Rp37 ribu. (Foto: celebrities.id/Instagram @thomasvijayan)

JAKARTA, celebrities.id - Jagat maya dibuat heboh dengan seekor orangutan yang dipaksa jadi pekerja seks komersial (PSK) demi memuaskan nafsu seks pekerja kebun sawit. Bahkan, orangutan itu dibayar Rp37 ribu untuk sekali main.

Orangutan itu bernama Pony. Hal itu terungkap di sosial media @jejak_pendaki. Di mana, kisah Pony seekor orangutan Kalimantan benar-benar membuat merinding sekaligus memicu emosi.

Pasalnya, hewan asli Borneo itu ditemukan di tempat prostitusi dengan kondisi dirantai dan bulu disekujur tubuhnya dipangkas sehingga tak terlihat satupun bulu di badan orangutan itu. Alhasil, Pony dijadikan budak seks oleh pengelola rumah bordil di Kareng Pangi, Kalimantan Tengah.

Bisa dibayangkan bagaimana mungkin hewan primata ini ditawarkan layaknya pekerja seks komersial dengan tarif Rp35 ribu. Kejadian itu terjadi Februari 2003 silam, di mana Pony berusia enam tahun hanya bersandar di tembok atau berbaring di atas matras. Pengelola bordil mendandaninya dan memberi parfum.

Pony “dilatih” untuk melakukan aktivitas seksual biasa melayani pekerja kebun sawit yang entah bagaimana ikut menjadikannya budak fantasi seks mereka. Kini bertahun-tahun setelah berada dalam penyekapan secara psikologis Pony sudah lebih baik.

 

 Sebelumnya setiap kali germo yang menyekapnya datang untuk urusan administrasi ke penampungan hewan, Pony akan menjerit dan langsung buang air besar. Hal itu diungkap Michelle Desilets, Direktur Borneo Orangutan Survival Foundation UK kepada MirrorUK. 

Penyelamatan Pony tidak mudah karena banyak warga menghadangnya karena warga tersebut mendapatkan keuntungan dari rumah bordil itu dan menolak untuk menyerahkan orangutan tersebut.

"Setiap kali pemilik rumah bordil datang, Pony menjerit dan buang air besar. Kami terpaksa meningkatkan keamanan dan menghentikan kunjungannya, Lone Droscher-Nielson menyelamatkan Pony bersama 30 orang aparat," tulisnya, Kamis (2/9/2021).

Editor : Johan Sompotan