Kisah Pengusaha Cokelat Tempe, Berawal dari Tugas Kuliah hingga Banjir Peminat

Mochamad Rizky Fauzan
Kamis 11 Agustus 2022 23:36 WIB
Kisah Pengusaha Cokelat Tempe, Berawal dari Tugas Kuliah hingga Banjir Peminat
Kisah Pengusaha Cokelat Tempe, Berawal dari Tugas Kuliah hingga Banjir Peminat. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Sebagian besar masyarakat hanya mengenal tempe sebagai makanan yang banyak dijumpai di pasar atau dijajakan oleh penjual sayuran. Seperti diketahui, tempe memang terbuat dari olahan biji kedelai yang dipersatukan oleh ragi sehingga berbentuk padat.

Tempe juga identik dengan serabut-serabut putih di setiap permukaannya. Berawal dari tugas akhir saat kuliah membuat tempe rasa keju lulusan kuliner manajemen di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua tahun 2016, Benny Santoso (26), menjadi inovator tempe yang diberi nama “Ini Tempe Bali”.

Saat kuliah, ternyata tempe merupakan bagian dari proyek tugas akhirnya. Benny membuat tugas akhir tentang tempe rasa keju dengan mempertahankan tekstur tempe, tapi ada rasa kejunya. Sebelum fokus pada usahanya tersebut, dia sempat bekerja di beberapa hotel dan restoran. Namun kemudian memilih untuk mengundurkan diri.

"Jadi kebetulan merantau ke Bali untuk kuliah awalnya, jadi kuliah dulu ngambil kuliner management terus obyek kuliahnya kebetulan buat tempe," kata Benny dalam webinar, Kamis (11/8/2022).

Banyak inovasi yang dia ciptakan pada produknya tersebut. Mulai dari cookies tempe, keripik tempe, tempe protein ball, instant tempe yang bisa tahan 12 bulan, cokelat tempe, hingga tempe keju. Dari berbagai inovasi tersebut yang paling laris adalah cokelat tempe. Masyarakat penasaran dengan rasa kriuk tempe saat dicampur cokelat yang lembut dan meleleh.

Benny mengambil cokelat dari produsen cokelat di Ubud, Kabupaten Gianyar. Waktu untuk memproduksi setiap produk berbeda-beda. Dia menceritakan, kadang satu hari memproduksi snack dan satu hari berikutnya memproduksi tempe. Dalam sebulan, dia mampu menghabiskan 200 kilogram kedelai.

“Jadi produknya memang bervariasi,” tuturnya.

Pada awalnya pemasaran dilakukan secara offline. Namun sejak pandemik ini pemasaran dilakukan secara online melalui beberapa market place maupun media sosial. Permintaan produknya pun malah meningkat dan cenderung stabil. Peningkatan penjualan produknya mencapai 40 hingga 50 persen.

Benny menjual produk tempe inovasinya ini mulai dari harga Rp1.500 hingga Rp37.000. Harga setiap produk Ini Tempe Bali, diakuinya memang bervariasi.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra