Kisah Petugas Damkar Evakuasi Pria Seberat 275 Kilogram yang Jatuh dari Lift, Butuh Waktu Berjam-jam

Avirista Midaada
Senin 09 Mei 2022 21:39 WIB
Kisah Petugas Damkar Evakuasi Pria Seberat 275 Kilogram yang Jatuh dari Lift, Butuh Waktu Berjam-jam
Kisah petugas Damkar evakuasi pria seberat 275 kilogram yang jatuh dari lift, butuh waktu berjam-jam. (Foto:celebrities.id/MPI Avirista Midaada)

KOTA MALANG, celebrities.id - Petugas gabungan dari pemadam kebakaran dan PMI Kota Malang dibuat kerepotan saat mengevakuasi pria berbobot 275 kilogram yang jatuh di lift rumahnya. Petugas memerlukan waktu hampir 1,5 jam untuk mengevakuasi korban bernama Dwi Ariesta Wardhana (38) warga Perumahan Puri Kartika Blok Q Nomor 14, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini.

Komandan regu (Danru) Edi Susianto mengungkapkan, evakuasi pria berbobot 275 kilogram yang jatuh di lift di rumahnya berlangsung pada Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu pihaknya menerima informasi adanya orang terjebak di dalam lift karena tali slingnya putus.

"Tali slingnya itu putus. Liftnya itu di rumahnya. Dia dari lantai atas lantai dua mau ke lantai bawah lantai satu. Orangnya sudah masuk ke lift, tombol sudah dipencet, nggak tahunya slingnya putus informasinya begitu," kata Edi Susianto dihubungi MPI, Senin (9/5/2022).

Setibanya di lokasi, korban berhasil dikeluarkan petugas PMI Kota Malang dari dalam lift. Namun tujuh orang petugas PMK akhirnya membantu proses evakuasi yang memerlukan waktu lebih lama dari yang dibayangkan. Petugas bahkan sampai harus membeli triplek kayu berukuran tebal 18 milimeter untuk mengevakuasi tubuh Aris yang begitu besar.

"Betul evakuasi cukup lama karena terhalang berat badan. Berat badannya 275 kilogram. Untuk mengangkat itu saya siasati pakai tripleks yang tebalnya 18 milimeter, otomatis beli untung sekitar situ ada toko bangunan," ujarnya.

Bahkan untuk membawanya ke rumah sakit, petugas tak menggunakan ambulans melainkan menggunakan mobil pickup. Dengan dibantu warga total ada puluhan orang yang mengangkat tubuh Aris ke mobil pickup milik warga.

"PMK tujuh orang, PMI ada kurang lebih delapan orang dibantu warga, warga juga banyak yang bantu. Nggak cukup dibawa pakai ambulan akhirnya pakai pickup. Dibawa ke rumah sakit," tuturnya.

Dia menambahkan, dari penuturan keluarga dan warga sekitar lift itu memang dimodifikasi sedemikian rupa untuk naik turun rumah bagi korban sekeluarga. Pasalnya anggota keluarga korban banyak yang memiliki postur gemuk sehingga lift itu didesain sedemikian rupa untuk naik turun.

"Betul memang disiapkan untuk naik turunnya kan badannya besar-besar. Keluarganya kebanyakan besar-besar semua. Korban saat ini di rumah sakit patah tulang kaki kiri dan kanan," kata Edi.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Topik Terkait