Kisah Susi Pudjiastuti Bawa Galon saat Wisata ke Pangandaran, Jengkel dengan Sampah Plastik Berserakan

Wiwie Heriyani
Jumat 29 Juli 2022 21:41 WIB
Kisah Susi Pudjiastuti Bawa Galon saat Wisata ke Pangandaran, Jengkel dengan Sampah Plastik Berserakan
Kisah Susi Pudjiastuti Bawa Galon saat Wisata ke Pangandaran, Jengkel dengan Sampah Plastik Berserakan. (Foto:celebrities.id/Instagram susipudjiastuti115)

JAKARTA, celebrities.id - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan fakta unik saat berwisata ke pantai Pangandaran dengan keluarganya.

Jika kebanyakan orang kerap membawa air minum dalam bentuk kemasan sebagai bekal untuk ke pantai, berbeda halnya dengan perempuan yang telah berusia 57 tahun ini. Dia justru sangat anti membawa air minum dalam bentuk kemasan.

Tidak tanggung-tanggung, Susi dan keluarganya sampai membawa air minum galon lengkap bersama pompanya dibandingkan dengan membawa tempat minum yang berukuran kecil seperti kebanyakan orang.

"Jadi saya kalau lagi ke pantai itu seperti kemarin saat ke pantai di Pangandaran suka bawa galon dan pompanya. Karena cucu saya aja sudah enam orang. Jadi dari pada tanggung-tanggung bawa thumbler kecil banyak gitu, lebih baik bawa galon sekalian," ujar Susi, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (29/7/2022)

Susi pun lantas tidak lelah menegaskan agar masyarakat mulai melek untuk tidak lagi menggunakan air minum dalam kemasan. Pasalnya, saat berlibur ke pantai di Pangandaran baru-baru ini, dia masih menemukan sampah plastik yang berserakan di sekitar pantai. Dia pun mengaku jengkel.

"Saya tuh jengkel. Kemarin saat ke pantai di Pangandaran masih banyak tuh saya lihat sampah-sampah plastik termasuk sampah air minum kemasan, itu gimana kita bisa menikmati pemandangan pantai, mau surving kalau masih dikelilingi sampah plastik," tutur Susi.

Dia juga lantas memberikan peringatan pada masyarakat yang masih buang sampah plastik sembarangan di area pantai.

"Pokoknya kalau saya ketemu yang buang sampah sembarangan apalagi sampah plastik di pantai, saya tenggelamkan!," ujarnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra