KOSTI Pertahankan Sejarah Sepeda Tua, Saling Menjaga lewat Komunitas

Novie Fauziah
Sabtu 26 Maret 2022 19:05 WIB
KOSTI Pertahankan Sejarah Sepeda Tua, Saling Menjaga lewat Komunitas
KOSTI pertahankan sejarah sepeda tua. (celebrities.id/MNC)

JAKARTA, celebrities.id – Sepeda menjadi salah satu olahraga favorit selama pandemi Covid-19. Hal ini sempat membuat penjualan sepeda meningkat. 

Menanggapi fenomena itu, Teddy Nugraha, perwakilan dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mengatakan, bahwa sepeda tak hanya sekadar tren, tapi juga mempunyai komunitas untuk menjaganya.

Teddy mengatakan, tak hanya di Jakarta, di seluruh Indonesia juga terdapat komunitas-komunitas sepeda yang mewakili daerahnya masing-masing. Mulai sepeda tua atau ontel, hingga kekinian.

"Jakarta punya KOBA, Komunitas Ontel Batavia. Bandung punya PSBB, Persatuan Sepeda Bandung Baheula dan banyak lagi semua nama-nama komunitasnya," ujarnya dalam podcast dalam channel YouTube Partai Perindo bertajuk Romantisme Gowes Sepeda Tua di Era Metaverse, Sabtu (26/03/22).

Teddy menambahkan, bahwa dia dan seluruh komunitas sepeda di Indonesia bangga akan nama klubnya. 

Meskipun berbeda-beda, namun visi dan misi yang dibawanya tetaplah sama, yakni menjaga keberadaan sepeda tua yang hingga saat ini masih ada di Indonesia.

Selain itu, kata Teddy, adanya sepeda tua ini adalah bagian dari sejarah di Indonesia. Di mana dahulu para penjajah, seperti Belanda yang termasuk salah satu negara membawa sepeda ontel ke negeri kita.

"Tapi kita sama-sama (mengingatkan), kalau kita adalah pelaku sejarah. Mempertahankan apa yang Indonesia punya saat ini. Di mana yang sudah hancur lebur, banyak. Tapi itulah rasa yang sama untuk memiliki, menjaga dan merawat sehingga timbulah kebersamaan," tuturnya.

Dia melanjutkan, bahwa keberadaan sepeda tua saat ini benar-benar harus dipertahankan. Untuk itu, melalui komunitas sepeda ini diharapkan dapat saling menjaga satu sama lainnya. 

Sebab pemilik sepeda ini juga tak mengenal usia, sehingga adanya komunitas tersebut dapat semakin mempererat jalin kekuatan dengan yang lainnya.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi