5 Kue Khas Perayaan Imlek, Jiaozi Dianggap Membawa Kemakmuran

Icon CameraRatu Syra Quirinno
Senin 23 Januari 2023 12:26 WIB
5 Kue Khas Perayaan Imlek, Jiaozi Dianggap Membawa Kemakmuran
Kue khas perayaan Imlek (Foto: thatsmags)

JAKARTA, celebrities.id – Kue khas perayaan Imlek kerap dinantikan. Tak sedikit masyarakat penasaran dengan kue-kue tersebut.

Sama seperti perayaan besar lainnya, Imlek pun memiliki kue yang khusus dihidangkan untuk keluarga besar atau pun kerabat dan teman.

Terdapat lima kue China yang memiliki makna simbolis. Dengan menikmati camilan ini, Anda dapat menikmati Tahun Baru yang bahagia, penuh keberuntungan, dan sejahtera ini.

Penasaran dengan kue khas perayaan imlek? Dilansir dari thatsmags, Senin (23/1/2023), simak ulasannya dibawah ini.

Kue khas perayaan Imlek

1. Niangao

Kue khas perawayaan Imlek (Foto: thatsmags)
Kue khas perawayaan Imlek (Foto: thatsmags)

Niangao, atau kue beras, terbuat dari beras ketan dan sangat populer saat Tahun Baru Imlek. Selama ini banyak orang menganggap makan niangao sebagai keberuntungan karena namanya berarti 'tahun yang lebih tinggi'. 'Nian' (lengket) identik dengan bunyi '年,' yang berarti 'tahun,' sedangkan kata 'gao' (cake) identik dengan bunyi '高,' yang berarti 'tinggi.' Dengan demikian, makan niangao melambangkan peningkatan diri: meninggikan diri sendiri dan melakukan yang lebih baik di tahun mendatang.
 
Camilan lengket dan manis ini dibuat berbeda di berbagai daerah di China. Di Ningbo, kincir air putih niangao adalah yang paling populer, sementara di Wenzhou, kue beras gula merah adalah yang paling berharga karena diyakini bahwa kue ini menghasilkan 'kehidupan yang manis'. Di Utara, kue manis ini dikukus atau digoreng, sedangkan di Selatan, ada sup niangao dan tumis dengan rasa manis dan gurih.

2. Tangyuan

Kue khas perayaan Imlek (Foto: thatsmags)
Kue khas perayaan Imlek (Foto: thatsmags)

Terbuat dari tepung beras ketan, pangsit berbentuk bola ini dimasak dan disajikan dalam air mendidih. Nama tangyuan dalam bahasa China artinya 'kebersamaan'. Besar atau kecil, diisi atau tidak diisi, secara tradisional dimakan selama Tahun Baru dan Festival Lentera, dan juga dapat disajikan sebagai hidangan penutup di jamuan pernikahan, Festival Musim Dingin, atau acara apa pun yang melambangkan kebersamaan keluarga.

Preferensi rasa dapat berbeda antara wilayah utara dan selatan Tiongkok. Secara umum, masyarakat Selatan lebih menyukai isian manis yang biasanya terdiri dari gula, wijen, pasta kacang manis, bunga osmanthus, atau kulit jeruk keprok yang dimaniskan. Di Utara, orang lebih suka isian asin seperti daging cincang dan sayuran. Namun di Shanghai, kedua isian itu disukai.

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2