Lagi Salat Terjadi Gempa, Lanjutkan atau Dibatalkan? Begini Kata Buya Yahya

Ayuningtyas Notomihardjo
Sabtu 15 Januari 2022 23:56 WIB
Lagi Salat Terjadi Gempa, Lanjutkan atau Dibatalkan? Begini Kata Buya Yahya
Buya Yahya menjelaskan hukum salat saat keadaan gempa. (Foto: celebrities.id/Instagram @buyayahya_albahjah)

JAKARTA, celebrities.id - Hukum dasar salat adalah wajib. Meninggalkan salat, maka akan mendapatkan dosa.

Allah SWT memiliki cara khusus memuji orang-orang beriman yang khusyu dalam salat. Maka dari itu, tingkatkan kekhusyuan dalam menjalani ibadah salat.

Yahya Zainul Ma'arif yang lebih akrab disapa Buya Yahya menjelaskan khusyu seseorang dalam salat, yaitu dengan tidak menghiraukan apapun kejadian di sekitar dia saat salat.

“Ada yang khusyu sekali, hingga tidak sadar dengan yang terjadi di sekitarnya,” ujar Buya Yahya, mengutip dari YouTube, Sabtu (16/1/2022).

Lebih lanjut, Salat juga bisa dilakukan dalam keadaan berlari. Itu adalah cara salat Syiddtaul Khouf seperti dalam keadaan berperang.

“Ada orang tertentu memang gitu, tapi kalau memang bisa lanjut ya bisa, salat sambil berlari,” kata Buya Yahya.

“Itu namanya salat Syiddtaul Khouf, cuma dalam perang,” kata pendakwah yang kini menjajaki 48 tahun tersebut.

Dengan penjelasan di atas, Buya Yahya menjelaskan salat dalam keadaan gempa. “Intinya kalau salat fardhu dibatalkan tanpa adanya uzur itu dosa. Tapi kalau salat sunnah, tidak apa,” ujarnya.

Editor : Hadits Abdillah