Manajer BCL Ajukan Rehabilitasi, Polisi: Hasil Asesmennya yang Menentukan

Ravie Wardani
Senin 08 Agustus 2022 13:30 WIB
Manajer BCL Ajukan Rehabilitasi, Polisi: Hasil Asesmennya yang Menentukan
Manajer Bunga Citra Lestari (BCL), Muhammad Ikhsan Doddyansyah alias MID, mengajukan permohonan rehabilitasi yang diwakilkan oleh keluarga dan pengacaranya. (Grafis: Dok_MPI)

JAKARTA, celebrities.id - Manajer Bunga Citra Lestari (BCL), Muhammad Ikhsan Doddyansyah alias MID, mengajukan permohonan rehabilitasi yang diwakilkan oleh keluarga dan pengacaranya.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal pun menanggapi permohonan tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah permohonan rehabilitasi MID diterima atau tidak.

"Sudah diajukan oleh pihak pengacara dan keluarga. Kita masih menunggu hasil asesmen. Jadi hasil asesmennya nanti yang menentukan yang bersangkutan rehab atau bagaimana," kata AKBP Akmal kepada awak media di kantornya, Senin (8/8/2022).

Akmal menyebut pihak keluarga telah menjenguk Doddy setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba yang menjeratnya.

"Terakhir dibesuk oleh pihak keluarga dan pengacaranya," kata Akmal.

Saat ditanya perihal keterlibatan penyanyi BCL, polisi pun mengaku masih mendalami kasus tersebut. Nantinya, kata Akmal, polisi akan terus mencari tahu keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

"Sejauh ini kami belum ada komunikasi ke sana. Jadi kami bergerak berdasarkan hasil penyelidikan," kata Akmal.

Dalam perilisan kasus ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan sempat menyinggung nama Bunga Citra Lestari.

Dia mengatakan, istri mendiang Ashraf Sinclair tersebut tidak mengetahui kelakuan manajernya yang sudah mengonsumsi narkoba setahun terakhir.

"Dia (MID) ngaku juga sang artis (BCL-red) tidak tahu kalau dia pakai itu, tak menutup kemungkinan kalau ada keterkaitan (pihak lain) akan kita usut," tutur Zulpan.

Atas kasus ini, baik Muhammad Ikhsan Doddyansyah dan rekannya terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara.

"Pasal 62 UU RI No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta," ucap Zulpan.

Editor : Andre Purwanto