Marbot Ini Nabung untuk Haji Selama Puluhan Tahun, Jadi Tukang Tambal Ban hingga Dicurigai Curi Kas Masjid

Muhammad Farhan
Rabu 15 Juni 2022 15:11 WIB
Marbot Ini Nabung untuk Haji Selama Puluhan Tahun, Jadi Tukang Tambal Ban hingga Dicurigai Curi Kas Masjid
Marbot Masjid nabung puluhan tahun untuk ibadah Haji. (Foto: MPI/ Muhammad Farhan)

JAKARTA, celebrities.id - Sebuah Rumah sederhana beratapkan seng dan hanya ditopang oleh sejumlah kayu berdiri tegak di Jalan Balap Sepeda 4 nomor 20 RT 004/06, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Rumah yang berdiri sejak 1970 adalah milik sepasang suami istri asal Indramayu yang mencoba peruntungan nasibnya di tengah hiruk pikuk Ibu Kota kala itu. 

Dia lah Waridjun (77) dan istrinya Sopiah (70) telah menjalani sisa hidupnya dengan penuh perjuangan dalam suka duka, pahit getir dan manis bersama. Namun, yang paling mengharukan adalah kisahnya naik haji.

Ya, pasangan senior itu kini dikenal sebagai sepasang suami istri yang telah beribadah haji di sekitaran pemukimannya. 

Waridjun datang dari Indramayu, tepatnya di kecamatan Haurgeulis bersama istrinya. Saat masih menjadi pengantin muda, Waridjun mengaku pernah bekerja sebagai tukang becak di kampungnya. Akan tetapi, karena alasan penat, pada 1968 dirinya bersama istri merantau ke Jakarta dan sementara tinggal di Cipinang, Jakarta Timur. 

"Saya baru pindah kesini (Rawamangun) sekitar tahun 1970 kalau tidak salah. Jadi, saya tinggal di Cipinang dulu dua tahun sembari narik becak juga di Jakarta," ujar Waridjun kepada celebrities.id, Rabu (17/6/2022). 

Kemudian, karena pindah ke Rawamangun, Waridjun beralh profesi menjadi tukang ojek motor sebelum dirinya membuka jasa tambal ban di depan rumahnya. Dia mengungkapkan, pada 1973 sepeda motor baru pertama kali populer untuk dimanfaatkan sebagai ojek. 

"Saya narik ojek untuk antar penumpang dari pelabuhan Tanjung Priok saat itu, ikut juragan saya orang Tionghoa. Tetapi, saya berhenti ojek motor sampai tahun 1976 karena fisik tidak kuat, sakit-sakitan. Saat itu usia saya baru masuk pertengahan kepala tiga kalau tidak salah," katanya. 

Setelahnya, dia mengulas untuk kembali menarik becak karena kebetulan sudah memiliki becaknya. Ya, Waridjun sempat mengalami peningkatan ekonomi. Bahkan, dia mulai pindah rumah dari Kayu Jati, Rawamangun ke kediamannya hingga sekarang di Jalan Balap Sepeda 4. Lantas, Waridjun sempat membuka usaha jual pakan burung di rumah barunya itu. 

Waridjun, marbot masjid naik haji dengan nabung puluhan tahun. (Foto: MPI/Muhammad Farhan)

"Saya pindah ke rumah ini sekitar tahun 1980, karena sudah pindah, saya sempat buka usaha pakan burung kecil-kecilan sembari jual burung piaraan. Tetapi karena ngantuk saat jaga tokonya, saya jenuh juga," ucap Waridjun. 

Karena jenuh menjaga lapak usaha pakan burung, dia pun berpikir untuk berganti usaha menjadi tukang tambal ban. Dia mengaku keahliannya mengurus tambal ban diperolehnya saat menarik becak di Indramayu. Sehingga, terbesit olehnya untuk membuka usaha tambal ban karena banyaknya permintaan warga yang butuh tambal ban saat melintas di depan usaha pakan burungnya. 

"Saya ahli ganti dan tambal ban ketika dulu masih muda di Indramayu, daripada ngantuk-ngantuk jaga usaha pakan burung, saya mending buka tambal ban. Apalagi banyak orang nanya tukang tambal ban di seberang lokasi rumah saya," tutur Waridjun. 

Disitulah Waridjun mengaku lama membuka usaha tambal bannya hingga tahun 1992. Istri Waridjun menambahkan, suaminya berhenti karena sempat mengalami sakit hernia. 

"Bapak sempat sakit hernia sehingga berhenti sebentar usaha tambal bannya karena harus operasi. Tetapi bapak belum kapok karena masih layanin pelanggan untuk tambal ban karena datang langsung ke rumah. Tetapi, baru stop total lantaran bapak kena sakit jantung juga di 1993," tambah Sopiah. 

Akan tetapi, meski sudah sakit jantung, Waridjun tetap membuka usaha tambal ban yang dikerjakan oleh anak-anaknya. Ya, usaha pria beranak lima ini menjelaskan usahanya dikerjakan oleh dua putranya ketika libur sekolah dan dibantu putrinya yang lain. 

"Anak saya yang laki-laki kalau lagi libur atau pulang sekolah yaa ikut bantuin. Bapak tinggal mengarahkan saja karena sudah ga kuat tangannya untuk angkat berat," ujar Sopiah. 

 

1
/
3