Masyarakat China Gelar Tradisi Sembahyang Rebut, Berharap Perlindungan dan Hidup Damai

Icon CameraRizki Ramadhani
Sabtu 13 Agustus 2022 09:56 WIB
Masyarakat China Gelar Tradisi Sembahyang Rebut, Berharap Perlindungan dan Hidup Damai
Tradisi sembahyang rebut. (Foto: MPI/Rizki)

BANGKA BARAT, celebrities.id - Masyarakat etnis China di Kecamatan Muntok,Kabupaten Bangka Barat berbondong-bondong datang ke Kelenteng Kung Fuk Miau menggelar tradisi perayaan Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut, sejak 12 Agustsus 2022. 

Tradisi ini diisi dengan bersembahyang dan mendoakan arwah leluhur serta membakar replika patung sebagai bagian dari ritual.

Menurut penyelenggara kegiatan, Paularitta Tradisi ini kerap dirayakan warga keturunan Tionghoa setiap tahun pada bulan ketujuh tanggal 15 penanggalan kalender China.

"Sembahyang rebut ini adalah pembukaan pintu neraka dengan makna memberi sesaji kepada para leluhur yang sudah tidak ada," kata Paularita dikutip Sabtu (13/8/2022).

Paularita menambahkan, melalui tradisi ini pula masyarakat etnis Tionghoa di Muntok mengharapkan perlindungan dan dapat hidup dengan damai.

"Pada akhir pembakaran itu bearti pintu neraka sudah ditutup. Disitu lah kami masyarakat yang masih bernaung di dunia ini meminta supaya yang masih hidup ini dilindungi, dijauhkan dari mara bahaya, yang penting hidup dengan rukun dan damai, " katanya.

Tak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa saja, Wahyu Eko Saputro sengaja datang untuk tradisi sembahyang rebut di Kelenteng Kung Fuk Miau.

"Walaupun secara langsung tidak terlibat di kegiatan, kita datang untuk kawan-kawan kita yang merayakan. Disini kan banyak juga kawan main, sebagai bentuk toleransi lah dari kita untuk orang-orang Tionghoa, " ujar Wahyu Eko Saputro.

Editor : Tia Ayunita