Masyarakat Pulau Komodo Berencana Mogok Kerja, Ini Langkah Sandiaga Uno

Novie Fauziah
Senin 01 Agustus 2022 23:05 WIB
Masyarakat Pulau Komodo Berencana Mogok Kerja, Ini Langkah Sandiaga Uno
Masyarakat Pulau Komodo Berencana Mogok Kerja, Ini Langkah Sandiaga Uno. (Foto: celebrities.id/MPI Novie Fauziah)

JAKARTA, celebrities.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur agar tetap bisa mendiskusikan bersama soal kenaikan harga tiket terusan di kawasan Taman Nasional Pulau Komodo.

Sandiaga mengungkapkan, rencana mogok kerja yang konon akan dilakukan masyarakat setempat, bisa lebih terpecahkan karena pihaknya telah memberikan ruang khusus untuk berdialog.

"Mari kita duduk bersama-sama mencari solusi, kita membuka ruang dialog itu," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (01/08/2022).

Sandiaga juga menegaskan, bahwa Kemenparekraf ikut bertanggung jawab atas sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Taman Nasional Pulau Komodo dan sekitarnya. Dia juga memastikan nantinya, tidak akan ada efek negatif, terutama dari sisi pemberitaan.

Sebelumnya, pemerintah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp3,75 juta mulai 1 Agustus 2022. Sandiaga menambahkan, berdasarkan studi kawasan taman nasional tersebut, memiliki carrying capacity yang terbatas.

“Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi, ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, apabila wisatawan ingin melihat komodo tentunya bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan sesuai arahan Presiden RI menjelaskan, (komodo) bentuk dan ukurannya sama tak ada yang berbeda dengan yang ada di Pulau Komodo.

“Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, bahwa ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada (1/8/2022).

“Oleh karenanya, target yang disampaikan Presiden bahwa Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat. Ini dikarenakan menjadi alternatif kunjungan wisatawan selain ke Pulau Komodo, dan Pulau Padar bagi wisatawan," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra