Membahagiakan Ibu Lebih Jihad Dibanding Pergi Perang, Ini Kisahnya

Sri Lestari Rahayuningtyas
Selasa 17 Mei 2022 00:46 WIB
Membahagiakan Ibu Lebih Jihad Dibanding Pergi Perang, Ini Kisahnya
Ustadz Adi Hidayat mengatakan membahagiakan ibu llebih utama dibandingkan pergi perang untuk jihad. (Foto: celebrities.id/Youtube)

JAKARTA, celebrities.id - Kisah pemuda pergi perang dan membandingkan seorang wanita melahirkan keduanya memiliki tujuan dan juga imbalan pahala besar.

Melalui tausiahnya, Ustadz Adi Hidayat mengungkap kisah pemuda yang membuat ibunya menangis.  Sebab, dia belum ridho atas sang anak yang pergi berperang bersama Rasulullah.

“Dikisahkan ada seorang lelaki berangkat ke medan perang untuk berjihad fi sabilillah, hadits shahih. Ketika sudah di peperangan, temannya tiba-tiba mengadukan kepada Nabi. "Ya Rasulullah, si Fulan berangkat ke medan perang, ibunya menangis" Rupanya ibunya belum ridha dia berangkat, ada yang belum tuntas,” ujar Ustadz Adi Hidayat, mengutip dari YouTube Channel Adi Hidayat Official, Selasa (17/5/2022).

"Apa yang terjadi? Jihad fi sabilillah itu tinggi nilainya surga benar niatnya lurus. Tapi ternyata panggil oleh Nabi 'Hey, Fulan. Kamu pulang ke rumah bikin ibumu tertawa seperti engkau membuatnya menangis,” ucap ucapan Ustadz Adi Hidayat.

Jihad seorang ibu menjadi sangat istimewa. Hal itu terkait akan hidup seseorang seperti mengandung, melahirkan hingga menyusuinya.

Sebab, seorang wanita yang mati saat dalam masa tiga hal itu akan memperoleh syahid. Mengingat, sama dan seimbang dengan perang jihad.

“Tiga ini yang menjadikan jihad ibu istimewa, sampai mengalahkan jihad anak yang baru sekali ke medan perang, bayangkan jihadnya tiga kali, apa saja itu? Dan tiga-tiganya sulit. Satu, saat mengandung, dua melahirkan, tiga menyusui,” tutur Ustadz kelahiran Pandeglang, Banten.

“Perempuan meninggal dalam keadaan mengadung dia mati syahid, kalau mengundangnya di niatkan karena Allah. Kalau ibu mengandung karena Allah (diniatkan ibadah) maka ibu akan menjaga kandungannya dengan baik,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Dalam Alquran dijelaskan soal wanita yang rela mengandung. Tertulis dengan jelas bahwa ada ketika Hannah mengandung Maryam hingga akhirnya penting asupan halal.

“Makanya dalam Alquran ada ayat bimbingan-bimbingan bagi perempuan yang tengah mengandung. Ada doa Quran Surah ke 7 ayat 189, ada nadzar Quran Surah ketiga ayat 35 itu yang dilakukan Hannah ketika mengandung Maryam,” kata Ustadz Adi Hidayat.

“Cek kandungan untuk mencari makanan sehat. Ada isyaratnya dalam Alquran dalam gerakan janinnya, dengan cara USG dan memakan makanan sehat menurut Quran bukan hanya sehat dari gizinya, iyaitu halal dan thayyib,” tutur dia lagi.

Editor : Hadits Abdillah