Menelusuri Jejak Pusat Perdagangan Era Kolonial yang Ada di Kawasan Kayutangan Malang 

Avirista Midaada
Rabu 12 Januari 2022 12:38 WIB
Menelusuri Jejak Pusat Perdagangan Era Kolonial yang Ada di Kawasan Kayutangan Malang 
Menelusuri Jejak Pusat Perdagangan Era Kolonial yang Ada di Kawasan Kayutangan Malang. (Foto: Avirista/MNC)

MALANG, celebrities.id – Satu lagi ikon Kota Malang memiliki nuansa sejarah dan kawasan heritage panjang peradaban kolonialisme Belanda di Indonesia. Kawasan itu bernama Kayutangan di Kota Malang merupakan pusat perdagangan dan bisnis di era penjajahan Belanda di Indonesia

Kawasan ini oleh Belanda ditata sedemikian rupa demi menghasilkan cuan guna menghidupi perputaran dan pajak kas negara kala itu. Kini kawasan Kayutangan masih tetap difungsikan sebagai kawasan heritage dan perdagangan. Beberapa pertokoan masih tampak seperti zaman dahulu, tetapi memang peremajaan dan rekonstruksi menjadikan Kayutangan heritage tampak lebih segar.

Nama Kayutangan sendiri disebut sebagaimana dikutip dari buku “Potensi Kampung Kayutangan Heritage” yang disusun oleh Prof. Lalu Mulyadi, Ir. Budi Fathony, dan Ester Prikasari, karena wilayah ini diapit dua sungai yakni Sungai Sukun dan Sungai Brantas. 

Maka dapat dipahami bila areal apit sungai tersebut merupakan tanah yang potensial bagi tumbuh lebatnya aneka tanaman, sehingga konon membentuk areal hutan (alas, halas, wana).

Salah satu jenis pohon yang tumbuh di hutan itu, bahkan menjadi tanaman yang dominan adalah pohon (wit) tangan. Nama ‘tangan’ inilah yang disebut daun – daunnya menyerupai jari – jari tangan yang mengembang. Ada kecenderungan jumlah percabangan daunnya empat (pat, patang).

Sebutan untuk pohon tegak, yang batangnya keras atau cukup keras dalam bahasa Jawa adalah “kayu”. Karenanya pohon ini mendapat sebutan “Kayu Tangan”. Ketika masih merupakan areal hutan, di sekitar Koridor Kayutangan tumbuh cukup banyak pohon (kayu) tangan tersebut. Hal inilah yang kiranya menjadi latar adanya sebutan Jalan (Koridor) Kayu Tangan bila ditulis dengan ejaan van Opoesen “Kajoe”.

Unsur sebutan “Tangan” dari pohon itu kedapatan dipakai juga sebagai unsur nama desa sekaligus kecamatan di sub-area timur Tulungagung yaitu Rejotangan (rejo-pangan). Di samping itu, areal di samping utara belakang Pasar Wage di Desa Kenayan Kabupaten Tulungagung juga memiliki unsur nama “Tangan” yakni Jotangan (kata “jo” boleh jadi adalah akronim dari rejo).

 

1
/
3