Mengejutkan, Studi Membuktikan Kecanduan Smartphone Dapat Turunkan Kreativitas

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Rabu 23 November 2022 07:09 WIB
Mengejutkan, Studi Membuktikan Kecanduan Smartphone Dapat Turunkan Kreativitas
Studi ungkap kecanduan smartphone turunkan daya kreativitas. (Ilustrasi: Freepik/Wayhomestudio)

JAKARTA, celebrities.id - Sebuah studi dari Neuroimaging mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kecaduan smartphone dapat mengurangi daya kreativitas seseorang.

Hasil penelitian yang diterbitkan pada Social Cognitive dan Affective Neuroscience yang dikutip dari Indiantimes, Rabu (23/11/2022) menunjukkan bahwa kecanduan smartphone berdampak negatif pada kemampuan otak untuk menjadi kreatif.

Para peneliti asal China melakukan tes mengenai konsekuensi dari kecanduan smartphone terhadap kreativitas dengan menggunakan teknologi pencitraan otak. Tujuannya untuk mengukur respons kortikal terhadap tugas-tugas kreatif.

Korteks prefrontal otak serta area temporal rupanya menjadi tak begitu aktif saat diminta untuk melakukan tugas-tugas kreatif pada orang yang kecanduan smartphone.

Tidak mengherankan apabila kecanduan smartphone banyak terjadi terutama setelah pandemi yang memaksa lebih dari tujuh miliar orang untuk tinggal di rumah. Mengenai hal itu, peneliti Xinyi Li dan rekannya lantas ingin mengetahui bagian otak mana yang bertanggung jawab atas penurunan kapasitas kreatif.

Kemudian, penelitian yang melibatkan 48 orang peserta mahasiswa berusai 18-25 dari Shaanxi Normal University. itu dilakukan. Mereka diidentifikasi menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS).

Dari penelitian tersebut, didapati 24 peserta mendapat skor tinggi di SAS dan menjadi kelompok eksperimen. Sisanya memperoleh skor rendah dengan kondisi yang masih terkontrol.

Bagian pertama dari penelitian itu yakni menggunakan metode tugas penggunaan alternatif, di mana setiap peserta diberikan objek sehari-hari, dan 30 detik untuk menyebut aplikasi alternatif untuk objek itu sebanyak mungkin.

 

Selain itu, peserta diminta untuk menghafal objek dan dua kegunaan utama mereka untuk mengulanginya nanti. Untuk fase kedua, neuroimaging digunakan untuk mempelajari apa yang dilakukan otak ketika pengguna merespons tugas penggunaan alternatif.

Para peneliti menemukan, bahwa mereka yang kencanduan smartphone mendapat skor lebih rendah dalam kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas. Korteks prefrontal dan area temporal otak tidak aktif pada orang yang kecanduan smartphone.

Peneliti tersebut menyimpulkan, dengan memanipulasi kendara semantik, ditemukan bahwa individu yang kecanduan smartphone menunjukan aktivitas kortikal dan konektivitas fungsional di korteks prefrontal dan korteks temporal. Hal itu membuat individu tersebut sulit untuk mengatasi kendala semantik dan membangun asosiasi orisinal selama pembuatan ide kreatif.

Editor : Lisvi Padlilah