Mengenal Bantuan BPUM, Syarat dan Cara Mendaftarnya

Iqbal Widiarko
Senin 13 Juni 2022 13:35 WIB
Mengenal Bantuan BPUM, Syarat dan Cara Mendaftarnya
Mengenal bantuan BPUM, Bantuan Produktif Usaha Mikro yang diluncurkan pemerintah Indonesia. (Ilustrasi/Pexels)

JAKARTA, celebrities.id - Bantuan BPUM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro merupakan salah satu dari jenis Bantuan Langsung Tunai yang diluncurkan pemerintah Indonesia. Dengan adanya BPUM, pemerintah berharap supaya usaha para pelaku UMKM bisa tetap hidup dan perekonomian Indonesia tidak jatuh.

Banyaknya pemutusan hubungan kerja dan penurunan pendapatan masyarakat juga menjadi faktor pendorong menurunnya jumlah pembeli produk UMKM. Bantuan ini juga dapat digunakan untuk menjalankan usaha, baik menambah modal atau untuk keperluan promosi dan pemasaran produk UMKM.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Senin (13/6/2022) telah merangkum tentang mengenal bantuan BPUM, sebagai berikut.

Syarat Daftar BPUM 

Tercantum dalam pasal 5 ayat 1 Permenkop UKM Nomor 2 Tahun 2021, yaitu:

1. Pendaftar adalah Warga Negara Indonesia.
2. Pendaftar mempunyai e-KTP.
3. Pendaftar memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM, disertai dengan lampirannya.
4. Pendaftar Menyertakan Surat Keterangan Usaha, apabila alamat usaha tidak sesuai dengan domisili di e-KTP pemiliknya.
5. Pendaftar tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.
6. Pendaftar bukan pegawai BUMN atau BUMD, bukan anggota TNI/Polri dan bukan Aparatur Sipil Negara.

Untuk Siapa Bantuan BPUM

Pemerintah memberikan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) ini ditujukan pada para pelaku usaha mikro yang belum tersentuh kredit perbankan. Diantaranya, para pedagang kaki lima, warung dan Nelayan (BT-PKLWN).

Cara Mendaftar BPUM

1. Pertama, pendaftar perlu menyiapkan segala persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan.
2. Kemudian, datang ke Dinas Koperasi dan UMKM sesuai domisili dengan membawa berkas yang disyaratkan diantaranya KTP, KK, SKU atau nomor induk berusaha (NIB).
3. Lalu, ajukan bantuan dengan menyerahkan berkas yang dibutuhkan.
4. Nantinya, dinas koperasi dan UMKM kemudian akan mengecek dokumen dan melakukan verifikasi identitas sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
5. Apabila terdapat syarat yang belum lengkap, maka kamu akan diminta untuk melengkapinya dahulu.
6. Jika berkas sudah lengkap, maka petugas nantinya akan mendaftarkan usaha kamu sebagai calon penerima bantuan UMKM.
7. Terakhir, tunggu hingga jadwal pengumuman keluar dan kamu dapat menghubungi pihak terkait untuk melakukan pencairan dana bantuan.
 

Editor : Oktiani Endarwati