Mengenal Baterai Kuno yang Ditemukan Arkeolog di Baghdad, Mampu Hasilkan Listrik 1,5 Volt

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Minggu 22 Januari 2023 19:22 WIB
Mengenal Baterai Kuno yang Ditemukan Arkeolog di Baghdad, Mampu Hasilkan Listrik 1,5 Volt
Baterai kuno yang ditemukan arkeolog di Baghdad. (Foto: celebrities.id/iflscience)

JAKARTA, celebrities.id - Seorang arkeolog, Wilhelm Konig menemukan sebuah guci tanah liat di wilayah Khujut Rabu, Baghdad pada 1938, yang diyakini telah berusia 2 ribu tahun.Ā 

Namun, yang menarik perhatian adalah isi dari guci tersebut, di mana para arkeolog dan ilmuwan menemukan sebatang besi di dalam silinder tembaga.Ā 

Hal itu pun lantas membuat beberapa orang beranggapan bahwa kemungkinan besar itu merupakan baterai kuno.

Dikutip dariĀ iflscience, Minggu (22/1/2023),Ā Wilhelm Konig merupakan orang pertama yang menyatakan bahwa guci tersebut digunakan sebagai baterai kuno, 18 abad sebelum baterai pertama ditemukan.

Meskipun idenya jelas merupakan lompatan dalam imajinasi, tapi guci tersebut diduga berfungsi sebagai baterai.

Karena, setelah Perang Dunia II, insinyur Williard Gray mengambil replika Baterai Baghdad, dan mengisinya dengan jus anggur dan mampu menghasilkan listrik 1,5-2 volt.

Eksperimen selanjutnya telah mengkonfirmasi, bahwa pengaturan itu bisa menghasilkan tenaga, apabila pemiliknya punya pengetahuan dan jus anggur yang diperlukan.

Bahkan, Mythbusters menguji teori tersebut dalam episode acara yang kontroversial. Di mana tim mengambil 10 guci replika, dan mengisinya dengan lemon sebagai elektrolit.

Guci tersebut hanya menghasilkan 0,5 volt dengan sendirinya. Tapi, bila dihubungan bersama, menghasilkan 4,5 volt yang menurut penguji tersebut mitos itu masuk akal.

Sementara itu bukti bahwa guci tersebut bisa menghasilkan muatan listrik, tidak berarti guci tersebut digunakan 2.000 tahun yang lalu, atau mungkin lebih baru.Ā 

Karena beberapa orang mengatakannya bahwa guci itu ada sekitar 225 Masehi.

Bisa jadi orang Parthia tahu tentang efek guci seperti sengatan listrik atau kesemutan yang menyenangkan, tanpa mengetahui alasan yang mendasari mengapa itu bisa menghasilkan listrik.

Penjelasan lainnya yang jauh lebih masuk akal, yakni bahwa guci tersebut digunakan untuk menyimpan gulungan, karena mirip dengan bejana penyimpanan yang ditemukan di Seleucia terdekat.

Kemudian, Profesor Elizabeth Stone, seorang ahli arkeologi Irak pada 2012 mengatakan, bahwa Ā tidak satupun arkeolog yang dia kenal percaya bahwa guci itu adalah baterai.

Editor : Imantoko Kurniadi

Follow Berita Celebrities di Google News