Mengenal Gejala Heat Stroke, Begini Pencegahannya

Kevi Laras
Minggu 29 Mei 2022 13:01 WIB
Mengenal Gejala Heat Stroke, Begini Pencegahannya
Ciri-ciri atau gejala dari heat stroke yang perlu dipahami agar bisa melakukan pencegahan. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id – Heat stroke umumnya disebabkan oleh tubuh yang terlalu panas atau aktivitas fisik dalam suhu tinggi. Apalagi melihat iklim Indonesia yang tropis, kini mulai masuk musim panas yang bisa berpotensi seseorang mengalami heat stroke.

Namun, masih banyak yang belum tahu bagaimana ciri-ciri atau gejala dari heat stroke sehingga perlu dipahami agar bisa melakukan pencegahan.

Melansir Mayoclinic pada Minggu (29/5/2022), kondisi ini paling sering terjadi pada bulan-bulan musim panas. Berikut gejalanya, antara lain:

-Suhu tubuh tinggi. Suhu tubuh 104 F (40 C) atau lebih tinggi, diperoleh dengan termometer rektal, tanda utama sengatan panas.

-Perubahan kondisi mental atau perilaku. Kebingungan, agitasi, bicara cadel, iritabilitas, delirium, kejang, dan koma semuanya bisa diakibatkan oleh sengatan panas.

-Perubahan berkeringat. Pada heathstroke disebabkan oleh cuaca panas, kulit akan terasa panas dan kering saat disentuh. Namun, pada serangan panas yang disebabkan oleh olahraga berat, kulit mungkin terasa kering atau sedikit lembab.

-Mual dan muntah. 

-Kulit memerah. Kulit mungkin menjadi merah karena suhu tubuh Anda meningkat.

-Pernafasan cepat. Napas Anda mungkin menjadi cepat dan dangkal.

-Detak jantung balap. Denyut nadi Anda dapat meningkat secara signifikan karena tekanan panas menempatkan beban yang luar biasa pada jantung Anda untuk membantu mendinginkan tubuh.

-Sakit kepala. Kepala Anda mungkin berdenyut

Dokter Muhammad Imran selaku kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mengatakan bahwa heathstroke adalah kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

Peningkatan suhu badan tersebut bisa dengan cepat mencapai 41 derajat Celsius dalam waktu 10 hingga 15 menit dan tubuh tidak dapat mengeluarkan keringat.

"Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan, untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu tepat minum cairan elektrolit. Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum,” kata dr Imran dalam laman resmi Kemenkes.

Editor : Tia Ayunita