Mengenal Myopia Booming, Penyakit yang Bisa Ancam Penglihatan karena Penggunaan Gadget

Icon CameraAgung Bakti Sarasa
Sabtu 21 Januari 2023 07:12 WIB
Mengenal Myopia Booming, Penyakit yang Bisa Ancam Penglihatan karena Penggunaan Gadget
Mengenal Myopia Booming. (Foto: Freepik)

BANDUNG, celebrities.id - Semakin masifnya penggunaan gadget atau handphone (HP) di era digital saat ini menimbulkan dampak buruk, yakni gangguan penglihatan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. 

Terlebih, di masa pandemi Covid-19, anak-anak sekolah terus menerus menggunakan gadget, menyusul kebijakan pembelajaran online hingga menimbulkan penyakit baru yang disebut ‘Myopia Booming’.

Ketua Yayasan Indonesia Melihat Nusantara, Motris Pamungkas mengatakan, kasus myopia booming ini terbilang cukup tinggi. Menurutnya, hal ini biasa terjadi pada mereka yang menggunakan gadget untuk aktivitas belajar ataupun yang lainnya.

"Ketika diperiksa kami banyak menemukan kasus myopia booming, ada yang ketika diperiksa sudah minus 7," kata Motris Pamungkas di sela-sela acara Indonesia Melihat Award 2023 di Hotel El Royale, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. 

Diakui Motris, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 3.200 warga di berbagai daerah sejak 2019 hingga 2022. Dari hasil pemeriksaan, sekitar 20 persennya mengalami myopia booming. Selain kasus myopia booming, pihaknya juga menemukan berbagai kasus gangguan penglihatan berikut beragam penyebabnya. 

"Ternyata banyak sekali masyarakat yang tidak tahu bahwa mereka memiliki gangguan fungsi penglihatan. Selain penggunaan gadget, alasan lainnya yakni karena ke faskes jauh, keterbatasan ekonomi, hingga keterbatasan membeli alat rehabilitasi penglihatan," katanya.

Lebih lanjut Motris mengatakan, sebagai yayasan yang fokus terhadap kesehatan mata, pihaknya terus berupaya untuk menjaring lebih banyak mitra kolaborasi dalam hal kampanye kesehatan mata maupun memberikan bantuan terhadap mereka yang mengalami gangguan mata ringan.

Pihaknya akan memprioritaskan anak-anak sekolah dalam hal kampanye kesehatan mata. Sebab, menurutnya, fakta peningkatan penggunaan gadget kini terjadi pada anak sekolah.

"Untuk pengguna gadget banyak terjadi pada anak sekolah, prioritas kami anak sekolah," ujarnya. 

Pihaknya optimis akan ada lebih banyak instansi atau perusahaan yang bersedia dalam pengentasan gangguan mata. Dengan berbagai skema menargetkan ada 3.600 warga yang mendapat layanan kesehatan mata.

"Kami sudah punya timeline dari Januari sampai Desember ada 3600 klien yang kami periksa. Tiga bulan pertama sudah ada kegiatan di Bandung, Indramayu, dan Kepulauan seribu," tuturnya.

"Nah di sinilah kami memfasilitasi lembaga, instansi, hingga perusahaan yang memiliki dana CSR untuk menyalurkan ke yayasan kami untuk kembali kami salurkan penerima manfaat," tuturnya lebih lanjut.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News