Mengenal Rumah Kebaya, Ciri Khas dan Filosofinya

Ayu Utami
Senin 20 Juni 2022 22:09 WIB
Mengenal Rumah Kebaya, Ciri Khas dan Filosofinya
Rumah Kebaya yang terletak di Rawa Buaya, Jakarta Barat. (Foto: celebrities.id/Instagram @icoelisme)

JAKARTA, celebrities.id - Sebagai negara yang kaya akan suku dan budaya, Indonesia memiliki rumah adat yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Setiap rumah adat itu pastinya memiliki keunikan dan filosofi tersendiri.

Salah satunya adalah rumah kebaya yang merupakan rumah adat khas suku Betawi di DKI Jakarta. Rumah kebaya ini telah resmi diakui negara dan harus dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya Betawi.

Sekilas, rumah ini memiliki nama seperti pakaian tradisional. Namun tahukah Anda, kenapa rumah adat ini disebut sebagai rumah kebaya? 

Dilansir dari rumah.com, Senin (20/6/2022), disebut sebagai rumah kebaya karena bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya.

Biasanya orang Betawi yang memiliki rumah kebaya dibagi menjadi dua bagian, yaitu rumah untuk semi publik dan rumah pribadi. Rumah semi publik terletak pada bagian teras dan ruang tamu. Tempat ini biasanya difungsikan untuk menerima tamu, sehingga para tamu bisa lebih leluasa.

Sedangkan area pribadi yang berada di belakang itu terdiri dari kamar tidur, dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan pekarangan belakang. Biasanya rumah pribadi ini hanya boleh disinggahi oleh keluarga dan juga saudara dekat.

Menariknya rumah kebaya ini memiliki kamar tamu yang disebut paseban. Biasanya rumah ini didesain sangat bagus untuk menghormati tamu yang ingin menginap. Di dalam kamar itu terdapat tempat tidur besar yang nyaman untuk para tamu. Namun jika tidak ada tamu, kamar ini digunakan untuk tempat ibadah.

Ciri khas rumah kebaya lainnya adalah memiliki teras yang luas dan disediakan meja tamu untuk bersantai keluarga. Di bagian teras itu juga terdapat bale-bale yang terbuat dari rotan, bambu, atau kayu jati yang disebut amben. Lantai teras diberi nama gejogan, yang memiliki simbol penghormatan kepada tamu.

Editor : Hadits Abdillah