Mengenal Senaru, Desa Wisata di Kaki Rinjani yang Jadi Favorit Para Pendaki

Andaru Danurdana
Jumat 05 November 2021 12:00 WIB
Mengenal Senaru, Desa Wisata di Kaki Rinjani yang Jadi Favorit Para Pendaki
Menparekraf Sandiaga Uno resmikan Senaru jadi Desa Wisata. (Foto: celebrities.id/Kemenparekraf)

JAKARTA, celebrities.id - Bagi para pecinta wisata alam, khususnya yang gemar hiking, tentu tidak asing dengan keberadaan Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Apabila anda pernah atau hendak mendaki Gunung Rinjani, biasanya akan diarahkan melalui rute Desa Senaru. Hal ini karena desa yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara itu menjadi salah satu spot pendakian populer.

Wisatawan biasanya memulai pendakian dari Sembalun, Lombok Timur, dan turun melalui Desa Senaru. Banyak wisatawan memilih jalur ini karena sebelum tiba di Desa Senaru, mereka akan disuguhkan dengan keindahan Danau Segara Anak.

Selain itu, Desa Senaru juga kaya potensi wisata mulai dari alam hingga budaya. Tak heran, desa ini masuk ke dalam salah satu dari 50 besar Desa Wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Pertama, Desa Wisata Senaru dikenal akan keindahan alamnya, dimana terdapat beberapa air terjun dengan aliran air yang indah juga jernih.

Yang pertama adalah Air Terjun Sendang Gile. Berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Air Terjun Sendang Gile memiliki ketinggian 31 meter. Air di Sendang Gile ini berasal dari mata Air Rinjani.

Berdekatan dengan Air Terjun Sendang Gile, terdapat air terjun lainnya dengan pemandangan yang tak kalah menakjubkan dan mampu menyegarkan mata yakni Air Terjun Tiu Kelep yang memiliki ketinggian 42 meter, yang berada di tengah-tengah rerimbunan pohon.

Desa Wisata Senaru juga kaya akan potensi wisata terkait seni dan budaya. Seperti Cupak Gerantang, tarian yang mendeskripsikan sifat-sifat manusia yang dilambangkan dengan dua penari. Satu memakai topeng simbol sifat buruk, dan seorang lagi sebagai simbol sifat baik yang diiringi permainan musik tradisional.

Selain itu ada juga Tari Bisok Menik, yakni tari mencuci beras hingga tari Suling Mandewa yakni seni tari yang mempertontonkan tarian diiringi dengan harmonisasi permainan suling.

Daya tarik lainnya dari Desa Wisata Senaru adalah keberadaan Kampung Tradisional Senaru yang merupakan salah satu rumah adat tertua di Lombok!. Terdapat 24 rumah tradisional yang terbuat dari atap rumbia, pagar bedek, dan beralaskan tanah liat.

Terdapat dua tipe bangunan yakni yang terdiri dari empat tiang atau enam tiang. Namun dari dua bangunan tersebut, masing-masing terdapat ciri khas adanya ‘berugaq’ atau gazebo. Fungsi bagian tersebut adalah sebagai tempat menerima tamu.

Dengan mengunjungi kampung adat ini, wisatawan dapat melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat dimana kehidupannya serba tradisional.

Melengkapi potensi yang ada, Desa Wisata Senaru juga menawarkan agrowisata yakni paket wisata menelusuri kebun kopi. Selain sebagai tempat wisata, kebun kopi di dalamnya juga kerap dijadikan sebagai lokasi penelitian.

Ditambah lagi, Desa Wisata Senaru kaya akan produk ekonomi kreatif. Kuliner misalnya, terdapat sayur ares yakni sejenis kari dari olahan batang pisang muda menggunakan santan, kopi robusta, kacang mete, keripik tempe, pencok, sayur komak, kelor, cokelat, durian, pisang dan olahannya, alpukat, serta jamur dan olahannya. Juga ada kerajinan akar kayu di subsektor kriya, dan kain tenun untuk fesyen.

Bantuan 

Menyadari potensi wisatanya yang demikian besar, Pemerintah dan juga Kemenparekraf pun memutuskan untuk memperkuat amenitas Desa Wisata Senaru dengan memberikan sejumlah bantuan berupa pendirian homestay beserta kelengkapannya.

Saat melakukan visitasi langsung ke Desa Wisata Senaru, Menparekraf Sandiaga Uno memberikan dukungan dari kementerian yang dipimpinnya berupa kelengkapan dan peralatan homestay guna memperkuat amenitas di Desa Wisata Senaru. Sehingga nantinya diharapkan dapat menambah daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Desa Wisata Senaru.

Sebelumnya sebagai informasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah memfasilitasi pembangunan enam unit homestay di Desa Wisata Senaru.

"Ini adalah bantuan yang merupakan langkah kolaborasi lintas sektor. Kementerian Desa sebelumnya telah membangun enam unit homestay, dan Kemenparekraf menambahkan kelengkapan berupa enam set tempat tidur, linen, dan semua yang berkaitan dengan kelengkapan homestay. Harapannya homestay ini bisa langsung dipasarkan dan langsung dipakai wisatawan yang datang di sela-sela kegiatan World Superbike minggu depan di Mandalika," kata Menparekraf Sandiaga Uno dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).

Dalam kesempatan ini Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menparekraf dan penetapan Desa Wisata Senaru yang masuk dalam 50 besar ADWI 2021.

"Harapan kita bersama, dengan selesainya pandemi Covid-19 seluruh kegiatan wisata bisa bangkit untuk bangun diri dan daerah kita," ucap Djohan.

Editor : Dhita Seftiawan