Mengenal Talasemia, Kelainan Sel Darah Merah yang Mengharuskan Transfusi Darah

Rizky Pradita Ananda
Selasa 10 Mei 2022 22:15 WIB
Mengenal Talasemia, Kelainan Sel Darah Merah yang Mengharuskan Transfusi Darah
Mengenal talasemia, kelainan sel darah merah yang mengharuskan transfusi darah. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Talasemia merupakan penyakit yang bisa diturunkan dari perkawinan antara dua orang pembawa sifat.

Seorang pembawa sifat talasemia secara kasat mata bisa saja terlihat seperti orang sehat karena tak bergejala. Penyakit ini hanya bisa terdeteksi lewat pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.

Pengidap talasemia mengalami kelainan sel darah merah pada tubuhnya. Kelainan pada sel darah merah tersebut, bisa mengakibatkan pengidap penyakit ini wajib menjalani transfusi darah di sepanjang hidupnya. Secara klinis ada tiga jenis talasemia, yakni talasemia mayor, talasemia intermedia dan talasemia minor atau trait atau pembawa sifat.

Masing-masing jenis memiliki karakternya sendiri. Untuk talasemia mayor, pengidap ya membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup (dua sampai empat minggu sekali). Pasien talasemia intermedia membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin.

Sedangkan pasien talasemia minor atau trait atau pembawa sifat secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak memerlukan transfusi darah.

Talasemia sendiri sejatinya bisa dicegah melalui deteksi dini. Salah satu cara untuk  mengetahui seorang memiliki talasemia atau tidak, yakni  melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan Analisa Hb.

Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, mengatakan deteksi dini ini menjadi upaya memutus rantai talasemia.

 

1
/
2