Mengenal Teh Chu-hi-cha yang Terbuat dari Kotoran Ulat, Beraroma Bunga Sakura

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Sabtu 21 Januari 2023 17:21 WIB
Mengenal Teh Chu-hi-cha yang Terbuat dari Kotoran Ulat, Beraroma Bunga Sakura
Mengenal teh Chu-hi-cha yang terbuat dari kotoran ulat. (celebrities.id/odditycentral)

JAKARTA, celebrities.id - Peneliti Jepang di Universitas Kyoto bereksperimen teh jenis baru yang dinamakan Chu-hi-cha. Teh tersebut merupakan kotoran ulat yang memakan berbagai tanaman.

Peneliti bernama Tsuyoshi Maruoka itu, mendapat ide teh ulat selama studi pascasarjana di Fakultas Pertanian Universitas Kyoto seraya meneliti hubungan misterius antara serangga dan tumbuhan.  

Suatu hari seorang senior membawa 50 larva ngengat gipsi ke lab dan memberitahu Maruoka bahwa itu adalah souvenir.

Maruoka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan larva tersebut pada awalnya, tapi akhirnya dia memutuskan setidaknya menjaga mereka tetap hidup, sampai dia bisa memutuskan.

Kemudian, Maruoka memetik beberapa daun dari pohon ceri terdekat dan memberikannya kepada ulat. 

Ketika membersihkan kotoran yang ditinggalkan oleh makhluk tersebut, dia memperhatikan bahwa kotoran itu memiliki bau harum yang menyenangkan. Dari situlah Maruoka terinspirasi untuk menyeduhnya menjadi teh.

"Ini akan Berhasil," ujar Maruoka yang berkata pada dirinya sendiri, dan dia benar. 

Pada percobaanya itu, tidak hanya warna gelap dari kotoran yang memberikan warna pada teh, tapi minumannya pun berbau seperti bunga sakura, dan memiliki rasa yang sangat enak.

Eksperimen itu pun sukses mengilhami peneliti untuk mengeksplorasi jenis teh tersebut lebih jauh. Namun, proyek Teh Chu-hi-cha tidak terbatas pada kotoran ulat ngengat gipsi yang berpesta daun pohon ceri, meski awalnya demikian.

Tsuyoshi Maruoka sudah bereksperimen dengan sekitar 40 jenis tanaman serta 20 serangga dan larva. 

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2