Mengintip Kendaraan Listrik Transportasi Masa Depan Indonesia, Gaikindo: Keberadaannya Semakin Nyata  

Wahyudi Aulia Siregar
Jumat 23 September 2022 07:05 WIB
Mengintip Kendaraan Listrik Transportasi Masa Depan Indonesia, Gaikindo: Keberadaannya Semakin Nyata  
Kendaraan listrik jadi masa depan transportasi di Indonesia.(Ilustrasi: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kendaraan bermotor listrik adalah disebut bakal jadi transportasi masa depan Indonesia yang keberadaannya semakin nyata. Pasalnya, industri otomotif nasional pun terlihat makin siap menyambut momen tersebut. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum pada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, di mana dia menyebutkan bahwa dunia kini tengah berkontestasi mencari kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Teknologi kendaraan bermotor pun terus berkembang dan berinovasi, menciptakan kendaraan dengan bermacam keunggulan, tidak terkecuali di Indonesia.
 
Hal ini sesuai dengan komitmen untuk menurunkan pemanasan global yang disampaikan pemerintah di Paris Agreement. Sejak awal industri otomotif nasional juga membangun pemahaman bahwa kendaraan masa depan yang akan lalu-lalang di jalanan Indonesia adalah kendaraan bermotor yang memiliki dua syarat utama. 

Pameran PEVS 2022 bisa menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia
Pameran PEVS 2022 promosikan kendaraan listrik di Indonesia. (Foto: celebrities.id/Dok MPI)

Pertama, kendaraan bermotor dengan emisi gas buang yang rendah dan ramah lingkungan. Lalu, kendaraan bermotor dengan penggunaan bahan bakar fosil yang semakin berkurang untuk digantikan dengan bahan bakar nabati atau dengan bahan bakar baru dan terbarukan lainnya. 

Nangoi menuturkan, bahan bakar fosil cepat atau lambat akan segera berakhir. Pemerintah dan industri otomotif nasional telah memulai langkah-langkah transisi untuk menggantikan bahan bakar berbasis fosil menuju bahan bakar baru terbarukan. Sebagai contoh saat ini Indonesia telah menggunakan B30 dimana campuran nabati 30 persen adalah yang tertinggi di dunia.

Berkenaan dengan terbitnya Inpres 7/2022 mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik bagi berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga termasuk BUMN adalah merupakan suatu kewajaran. Karena itu memang wewenang pemerintah dan hal ini sejalan dengan wawasan Gaikindo dan industri otomotif nasional. 
 
“Kendaraan bermotor listrik seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle), BEV (Battery Electric Vehicle) ataupun FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) atau kendaraan bermotor yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya adalah kendaraan bermotor masa depan yang saat ini keberadaannya semakin nyata,” kata Nangoi dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (23/9/2022). 

 

Menurut Nangoi, saat ini Industri otomotif Indonesia telah menyediakan kendaraan bermotor listrik hasil produksi dalam negeri anggota Gaikindo. Termasuk jenis kendaraan penumpang maupun komersial ringan, dalam rentang kisaran harga Rp200-Rp300 juta, Rp400-Rp600 juta dan di atas Rp600 juta.

"Ketersediaan merek dan varian kendaraan bermotor listrik tersebut akan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan arah kebijakan Pemerintah," ujarnya. 

Nangoi juga memberikan penjelasan lebih lanjut tentang eksistensi kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Dia menyebut Gaikindo telah membuktikan eksistensi keberadaan kendaraan masa depan tersebut terhadap masyarakat.

Foto-Foto Pameran Kendaraan Listrik, Gunakan Teknologi Terbaru
Foto-foto pameran kendaraan listrik. (Foto: celebrities.id/Dok)

"Pada kesempatan GIIAS 2022 pada Agustus 2022 lalu, selama 11 hari penyelenggaraannya, telah terjual total 1594 unit kendaraan bermotor listrik, termasuk di dalamnya 320 kendaraan bermotor hibrid dan 1274 unit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB/BEV). Penjualan selama 11 hari tersebut melampaui total penjualan kendaraan bermotor listrik sepanjang tahun 2021,” tutur Nangoi. 

Gaikindo juga mencatat bahwa GIIAS 2022 juga menampilkan jumlah merek dan varian kendaraan bermotor listrik yang terbanyak dibandingkan dengan yang pernah ditampilkan pada pameran otomotif di Indonesia selama ini.

Menurut Nangoi, yang harus dicermati saat ini adalah adanya tantangan yang perlu dihadapi industri otomotif Indonesia ke depannya. Yakni untuk terus meningkatkan jenis dan jumlah kendaraan bermotor listrik yang diproduksi di Indonesia, dan terus berkontribusi sebagai salah satu industri pahlawan devisa negara. 

“Tantangan yang dihadapi industri otomotif Indonesia ke depan adalah untuk terus meningkatkan jenis dan jumlah kendaraan listrik hasil produksi nasional dan terus mengembangkan industri otomotif Indonesia secara global,” ucap Nangoi.

Editor : Lisvi Padlilah