Microsoft Temukan 250 Pelaku Ancaman Siber, Sebut Sistem Pertahanan Perlu Ditingkatkan

Tangguh Yudha
Rabu 11 Mei 2022 18:27 WIB
Microsoft Temukan 250 Pelaku Ancaman Siber, Sebut Sistem Pertahanan Perlu Ditingkatkan
Microsoft mengklaim telah menangkal serangkaian peretasan oleh Rusia. (celebrities.id/gizmodo.com)

JAKARTA, celebrities.id - Microsoft berhasil mengidentifikasi 35 kelompok ransomware dan lebih dari 250 pelaku ancaman siber yang bermarkas di berbagai negara di dunia.

Kabarnya mereka siap untuk melakukan aktivitas kriminal yang merugikan dan berpotensi mengumpulkan dana dari aktivitas itu untuk membiayai serangan siber yang lebih berbahaya. Menurut Microsoft, lanskap keamanan saat ini semakin menantang dan kompleks.

Sebab berbagai ancaman tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan selama setahun terakhir, dan kerugiannya diprediksi akan sangat besar. Dikatakan bahwa kejahatan siber akan merugikan dunia sebesar 10,5 triliun dolar Amerika Serikat per tahun pada 2025.

Angka ini meningkat dari tiga triliun dolar AS pada satu dekade sebelumnya dan 6 triliun dolar AS pada 2021. Vice President, Security, Compliance and Identity Microsoft, Vasu Jakkal mengatakan bahwa saat ini diperlukan sistem keamanan terkelola yang lebih baik untuk menangkal serangan yang dilancarkan.

“Seiring dengan meningkatnya skala serangan, pertahanan kita juga perlu ditingkatkan. Semakin hari, semakin sulit bagi organisasi untuk membangun dan mengelola tim keamanan secara penuh," kata Jakkal, Rabu (11/5/2022).

Apalagi dengan terus berkembangnya keahlian yang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai tuntutan keamanan saat ini.

"Untuk itu perlu layanan keamanan terkelola untuk menjalankan sistem keamanan dan mendukung pertahanan internal perusahaan," katanya.

Microsoft sendiri mengklaim telah membloki lebih dari 9,6 miliar ancaman malware dan lebih dari 35,7 miliar phishing serta email berbahaya lainnya. Pemblokiran ini dilakukan pada 2021 lalu.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra