Mie Ayam Tradisional Kini Naik Kelas, Usung Konsep Kafe di Bandung dengan Harga Kaki Lima

Agung Bakti Sarasa
Jumat 24 Juni 2022 15:26 WIB
Mie Ayam Tradisional Kini Naik Kelas, Usung Konsep Kafe di Bandung dengan Harga Kaki Lima
Mie ayam tradisional naik kelas, usung konsep cafe dengan harga kaki lima di Bandung. (Foto: Agung Sarasa/MNC)

BANDUNG, celebrities.id - Beragam inovasi kuliner terus bermunculan di Bandung. Kali ini, mie ayam yang kerap ditemui di jalanan atau kaki lima hadir dengan konsep modern di sebuah kafe.

Hadirnya mie ayam di kafe diharapkan membuat kuliner tradisional itu naik kelas. Terlebih, dalam urusan rasa dan harga, mie ayam yang hadir di Kota Bandung ini pun tak perlu diragukan lagi. 

Dengan jaminan rasa yang enak dan lezat, mie ayam ini dibanderol hanya Rp13 ribu per porsi untuk menu standar dan Rp18 ribu untuk menu lengkap. Selain rasa dan harga, sisi-sisi tradisional lainnya pun tetap dipertahankan, seperti penggunaan gerobak hingga mangkok layaknya mie ayam kaki lima. 

Nurbuana sang pemilik usaha mie ayam ini mengungkapkan bahwa inovasinya berawal dari kegemarannya menyantap mie ayam kaki lima hingga terbersit untuk menjadikan mie ayam tradisional itu naik kelas. 

"UMKM kan sekarang lagi trending, di sisi lain daya beli masyarakat turun akibat pandemi. Nah, kita ingin mengakomodir segmen menengah ke bawah dengan menghadirkan mie ayam di kafe," ucapnya, Jumat (24/6/2022). 

"Orang yang sering di kafe, tapi suka mie ayam banyak kan? Karena kafe itu kan cenderungnya ke makanan Eropa, tapi banyak juga orang yang suka nongkrong di kafe, tapi hobi mie ayam, makanya masuk ke kafe," kata pria yang akrab disapa Buana itu. 

Disinggung soal rasa, Buana menjanjikan, mie ayamnya yang dinamai Mie Ayam Jamur Buba itu dijamin enak. Bahkan, dia pun meyakinkan bahwa mie ayamnya lebih sehat karena menggunakan bahan-bahan berkualitas, seperti lemak nabati dan hanya dada ayam yang digunakan dalam mie ayamnya. 

"Soal rasa, kita bumbu utamanya menggunakan rempah, minyaknya minyak nabati, bukan minyak lemak. Jadi, untuk yang punya (penyakit) kolesterol, jantung aman. Ayamnya saja kita hanya (bagian) dada tanpa leher tanpa kulit," ujarnya. 

Dengan bahan-bahan yang berkualitas ditambah jamur yang kaya mineral, kata Buana, rasa mie ayamnya tentu menjadi enak dan lezat. Bahkan, siapapun yang menyantapnya tak akan kesulitan seperti menyantap mie ayam tradisional umumnya yang kerap bercampur dengan tulang-tulang kecil. 

"Kata orang Sunda mah tidak akan pabeulit (ribet), makan ada tulang sisa. Ini bersih, jadi makan habis dan berdampak pada rasa, lebih enak, lebih nyaman. Kalau yang di pinggir jalan kan biasanya masuk tulang leher dan lain-lain, sampai keselek-keselek," tuturnya. 

 

1
/
2