Migran Bisa Sebabkan Stroke, Ini Tips Mencegahnya agar Tidak Kambuh

Syifa Fauziah
Minggu 19 Juni 2022 16:26 WIB
Migran Bisa Sebabkan Stroke, Ini Tips Mencegahnya agar Tidak Kambuh
Tips mencegah migrain. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Migrain atau sakit kepala sebelah salah satu jenis sakit kepala yang bisa menusuk dan sangat menganggu aktivitas. Migrain bisa terjadi secara berulang dan membuat penderitanya merasa sangat kesakitan.  

Satgas Covid-19 sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan penyakit migrain ini banyak penyebabnya. Mulai dari gangguang sinyal listrik di otak, perubahan hormon, perubahan cuaca eskren, paparan cahaya terlalu kuat, hingga stres.   

“Gangguan listrik di otak ini yang membuat (kepala) kita cekot-cekot," ujarnya kepada MNC Portal, Minggu (19/6/2022). 

Penyakit migrain sendiri ada dua jenis, yaitu migrain aura dan tanpa aura. Biasanya migrain aura ini lebih berat, karena sebelum pusing ada gejala yang mendahului. 

"Kayak matanya tiba-tiba blackout atau ada titik hitam di pandangannya. Ada juga yang tiba-tiba kabur (pandangannya). Kenapa dibedain? untuk manajemen selanjutnya," katanya. 

Penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja dari segala usia dan gender. Namun kebanyakan yang menderita migrain adalah wanita. 

“Karena cewek itu kan menstruasi, perubahan hormon itu yang membuat kepala cekot-cekot,” katanya. 

Dokter Fajri pun memberi tips untuk Anda yang memiliki riwayat migrain. Sebaiknya kenali diri Anda dan cari tahu penyebabnya. 

“Apakah makan dan minuman tertantu atau misalnya ada gangguan tertentu kaya stroke karena orang yang punya migrain dan tidak punya migrain punya risiko stroke lebih tinggi. Risiko itu ada,” ujarnya.  

Selain itu juga coba jalani gaya hidup sehat, dengan tidur yang cukup dan tidak begadang. 

“Jangan melakukan hal yang memicu migrain itu kambuh,” ujarnya lebih lanjut. 

Dokter Fajri melanjutkan, bila Anda mengalami migrain dan tidak sembuh setelah diberi obat, lebih baik langsung cek ke rumah sakit. 

“Dikhawatirkan migrainnya jenis aura dengan gejala saraf, itu bisa bahaya. Bisa jadi gejala awal penyakit yang lebih berbahaya selanjutnya,” kata dokter Fajri.

Editor : Tia Ayunita