Miris! Penelitian Terbaru Sebut Jumlah Makanan Manis Meningkat selama 1 Dekade Terakhir, Berbahaya bagi Kesehatan

Tangguh Yudha
Kamis 04 Agustus 2022 22:13 WIB
Miris! Penelitian Terbaru Sebut Jumlah Makanan Manis Meningkat selama 1 Dekade Terakhir, Berbahaya bagi Kesehatan
Miris! Penelitian Terbaru Sebut Jumlah Makanan Manis Meningkat selama 1 Dekade Terakhir, Berbahaya bagi Kesehatan. (Foto:celebrities.id/Instagram @dining_with_mao)

JAKARTA, celebrities.id - Makanan dan minuman manis sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Namun saat ini semakin banyak varian makanan manis yang berbahaya bagi kesehatan.

Di era modern seperti sekarang ini makanan dan minuman manis sangat mudah ditemukan dan harganya juga sangat murah. Bahaya makanan dan minuman manis sendiri berkaitan dengan obesitas, diabetes tipe 2, serta kerusakan gigi. Terlebih saat ini para produsen menggunakan pemanis non-nutrisi untuk produknya.

Pemanis ini mengandung sedikit atau tanpa kilojoule dan termasuk pemanis buatan, seperti aspartam dan yang berasal dari sumber alami, seperti stevia. Selain memang dapat membahayakan kesehatan, pemanis non-nutrisi tertentu dianggap sebagai kontaminan lingkungan dan tidak dapat dihilangkan secara efektif dari air limbah, melansir dari Science Alert, Kamis (4/8/2022).

Penelitian terbaru menunjukan jumlah gula tambahan dan pemanis non-nutrisi dalam makanan dan minuman kemasan telah meningkat pesat selama dekade terakhir. Terutama di negara-negara berpenghasilan menengah, seperti India serta di Asia Pasifik, termasuk Australia. Untuk diketahui, penelitian dilakukan dengan menggunakan data penjualan pasar dari seluruh dunia.

Dari sini bisa dilacak jumlah gula tambahan dan pemanis non-gizi yang dijual dalam makanan dan minuman kemasan dari tahun 2007 hingga 2019. Para peneliti menemukan volume pemanis non-nutrisi per orang dalam minuman sekarang 36 persen lebih tinggi secara global sementara gula yang ditambahkan dalam makanan kemasan 9 persen lebih tinggi. Pemanis non-nutrisi paling sering ditambahkan ke makanan gulali.

Es krim dan biskuit manis adalah kategori makanan yang tumbuh paling cepat dalam hal pemanis ini. Meningkatnya penggunaan gula tambahan dan pemanis lainnya selama dekade terakhir berarti, secara keseluruhan, pasokan makanan kemasan kita semakin manis.

Untuk mengurangi bahaya kesehatan dari asupan gula tambahan yang tinggi, banyak negara telah bertindak untuk membatasi penggunaan dan konsumsinya. Retribusi gula, kampanye pendidikan, pembatasan iklan, dan pelabelan adalah sebagian di antaranya. Namun tetap saja belum efektif.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra