Moonbyul Merasa Terkekang di MAMAMOO, Kreativitas Dibatasi Jadi Bikin Stres

Ratu Syra Quirinno
Kamis 25 November 2021 16:30 WIB
Moonbyul Merasa Terkekang di MAMAMOO, Kreativitas Dibatasi Jadi Bikin Stres
Moonbyul MAMAMOO menceritakan sisi kelam sebagai member girl band. (Foto: celebrities.id/Soompi)

SEOUL, celebrities.id - Moonbyul MAMAMOO menceritakan sisi kelam perjalanan kariernya sebagai idol Kpop dalam wawancara dengan majalah Singles. Dia merasa tertekan dan banyak melakukan hal yang tak sesuai dengan keinginannya.

Moonbyul menuturkan, menjadi bagian dari sebuah grup musik tidak boleh menonjol sendirian. Oleh karena itu, dia merasa bakat dan minatnya tak tersalurkan dengan maksimal.

Kondisi seperti itu sempat membuat Moonbyul stres. “Sulit untuk menunjukkan diri Anda sepenuhnya dalam sebuah kelompok,” kata Moonbyul, dikutip dari Soompi, Kamis (25/11/2021).

“Dalam situasi yang dengan jelas mendefinisikan apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan. Ada saat ketika saya sangat khawatir dan ada saat ketika saya merasa harus memberontak. Saya pikir saya membutuhkan waktu untuk menciptakan saya hari ini. Karena saat itu, saya bisa menjadi seseorang dengan hubungan interpersonal yang solid dan karier yang kokoh.”

Awal tahun ini, Moonbyul mulai menjadi pembawa acara Naver NOW Studio Moon Night. Dia senang dengan proyek tersebut.

“Saya mulai pada bulan Februari, dan ini sudah hampir setahun. Awalnya saya sangat pemalu dengan orang baru, tetapi sekarang keterampilan sosial saya telah meningkat dan saya dapat mengobrol dengan bebas bahkan dengan orang yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” ujarnya.

“Saya merasa melakukan pekerjaan dengan baik, yang membuat saya sangat bangga. Saya ingin terus meningkatkan keterampilan hosting saya, jika tidak ada yang lain.”

Moonbyul menuturkan, berada dalam sebuah grup lebih sulit ketimbang membangun karier solo.

“Apa yang telah saya pelajari adalah bahwa jika Anda menyimpan sesuatu untuk nanti, Anda akhirnya menyia-nyiakannya. Saya menyadari bahwa jika saya terus khawatir dan ragu-ragu, hati saya secara bertahap menyusut, dan saya menjadi kurang murah hati.”

“Jadi akhir-akhir ini, saya mulai berpikir bahwa saya harus melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan,” katanya.

Editor : Dhita Seftiawan