Negara-Negara di Timur Tengah Berpotensi Tidak Layak Huni jika Gelombang Panas Tak Kunjung Diatasi

Tangguh Yudha
Sabtu 14 Mei 2022 19:54 WIB
Negara-Negara di Timur Tengah Berpotensi Tidak Layak Huni jika Gelombang Panas Tak Kunjung Diatasi
Organisasi lingkungan Greenpeace menyebut negara-negara di Timur Tengah berpotensi tak layak huni. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id – Organisasi lingkungan Greenpeace menyebut negara-negara di Timur Tengah berpotensi tak layak huni jika perubahan iklim tidak segera diatasi. Hal tersebut didasarkan dengan suhu bumi saat ini yang menjadi sangat panas.

Dikutip dari Twitter pada Sabtu (14/5/2022), Greenpeace mengatakan bahwa negara-negara di Timur Tengah akan menjadi yang paling merasakan dampak dari perubahan iklim ini.

Pasalnya, negara-negara di Timur Tengah akan merasakan panas yang tidak biasa karena gelombang panas atau heatwave menjadikan mereka sebagai tempat yang tidak layak huni seiring dengan berjalannya waktu.

"Banyak negara di Asia Selatan dan Timur Tengah juga merasakan panas yang tak biasa karena gelombang panas atau heatwave," tulis Greenpeace.

"Jika terus terjadi, negara-negara mayoritas Muslim di Timur Tengah menjadi TIDAK LAYAK HUNI dalam beberapa dekade mendatang," tulis Greenpeace lebih lanjut.

Untuk diketahui, kenaikan suhu saat ini tidak hanya terjadi di negara Timur Tengah saja tapi juga di Indonesia. Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia sedang mengeluhkan cuaca panas yang tak biasa.

Contohnya saja di Ciputat, Tangerang Selatan, yang suhunya mencapai 36,1 derajat Celcius dan menjadikannya sebagai pemegang rekor daerah dengan cuaca terpanas di Indonesia seminggu terakhir ini.

Perubahan iklim yang menyebabkan suhu menjadi panas terjadi karena beberapa penyebab. Bisa karena efek rumah kaca, peningkatan emisi, asap kendaraan bermotor, hingga perubahan orbit bumi.

Sebagai informasi, perubahan iklim bukan hanya dapat meningkatkan suhu bumi, tapi juga menaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai. Bukan tidak mungkin habitat berbagai makhluk hidup ini akan hancur.

Editor : Tia Ayunita