Neymar Terseret Kasus Hukum, Diduga Terlibat Penipuan Transfer Kala Bergabung ke Barcelona

Ilham Sigit
Rabu 27 Juli 2022 23:44 WIB
Neymar Terseret Kasus Hukum, Diduga Terlibat Penipuan Transfer Kala Bergabung ke Barcelona
Neymar Terseret Kasus Hukum, Diduga Terlibat Penipuan Transfer Kala Bergabung ke Barcelona. (Foto: celebrities.id/Instagram @neymarjr)

VILA BELMIRO, celebrities.id - Neymar terseret ke meja hijau atas tuduhan keterlibatan pemalsuan transfer kala bergabung ke Barcelona dari Santos.

Bintang Paris Saint Germain (PSG) itu akan menjalani pengadilan pada 17 Oktober 2022, tepat sebulan sebelum bergulirnya Piala Dunia 2022.

Barcelona memboyong Neymar dari Santos pada musim panas 2013 silam. Raksasa Catalan itu menebus Neymar dengan hanya 17 juta Euro atau setara Rp408 miliar. Namun dilansir Goal International, Rabu (27/7/2022), angka tersebut diyakini bukan angka sebenarnya. Grup investasi Brasil, DIS yang memiliki 40 persen kepemilikan atas Neymar di Santos mengklaim bahwa angka tersebut berbeda dari kesepakatan sebenarnya.

Barcelona membayar hak kepilikan atas tiga pemain muda Santos saat itu, yakni Victor Andrade, Giva dan Gabriel Barbosa seharga 7,9 juta Euro atau Rp119 miliar. Namun, Barcelona diduga memanfaatkan kesepakatan itu untuk mengalirkan dana sebesar 40 juta Euro atau Rp605 miliar kepada N&N, sebuah perusahaan milik keluarga Neymar.

DIS mengkalim bahwa Barcelona seharusnya membayar lebih dari angka tersebut. Kemudian pihak berwenang pun menyelidiki dugaan tersebut. Pihak jaksa kemudian menuntut hukuman penjara dua tahun kepada Neymar. Selain Neymar, dua orang mantan presiden Barcelona, Sandro Rosell juga ikut terseret.

Rosell dituntut hukuman lima tahun penjara plus denda 10 juta Euro atau Rp151 miliar. Namun kemudian kasus tersebut dibiarkan berlarut. Namun kasus tersebut kini kembali digodok oleh pihak berwenang. Neymar dijadwalkan akan menjalani pengadilan pada 17 Oktober 2022 mendatang, tepat sebulan menjelang Piala Dunia 2022.

Secara total, kesepakatan Neymar diyakini mencapai 86 juta Euro. Namun alih-alih dibayar ke pihak yang seharusnya menerima uang, sebanyak 40 juta Euro malah mengalir ke kantong perusahaan keluarga Neymar.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra