Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Direhabilitasi, Kapolres Hengki: Berkas Perkara Tetap Naik Sidang

Dhita Seftiawan
Sabtu 10 Juli 2021 17:00 WIB
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba jenis sabu. (Foto: celebrities.id/Instagram @ramadhaniabakrie)

JAKARTA, celebrities.id - Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi menegaskan berkas perkara tersangka Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dilanjutkan ke tahap sidang meskipun akan menjalani rehabilitasi.

“Dalam pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana hasil penyelidikan kami, diwajibkan untuk direhabilitasi. Itu adalah kewajiban UU,” ujar Hengki dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Sabtu (10/7/2021).

Ia menjelaskan, berkas perkara Nia Ramadhani, Ardi Bakrie dan ZN segera dinaikkan ke tahap sidang. “Kami lanjutkan, dibawa ke sidang dan nanti divonis oleh hakim,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengungkap kronologi penangkapan tersangka Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

“Sekitar pukul 9 pagi, Rabu (7/7/2021), polisi mendapatkan informasi bahwa saudara RA ini sering menggunakan sabu. Lalu dilakukan surveilance dari Satnarkoba. Lalu dapat inisial ZN, sopir daripada keluarga RA dan AAB,” kata Yusri di Polres Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2021).

 

Polisi kemudian melakukan pengembangan. “Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap ZN ditemukan narkotika jenis sabu. ZN mengaku barang tersebut milik RA,” katanya.

“Itulah kemudian penyidik melakukan penggeledahan di dalam rumah RA. Hasilnya ditemukan bong atau alat hisap sabu milik saudari RA,” sambungnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi lantas menggelandang RA dan ZN ke kantor polisi. “Lalu dilakukan pendalaman, dan mengakui bahwa suaminya menggunakan sabu ini secara bersama. Tetapi saat di TKP, saudara AAB tidak ada di rumah,” kata Yunus.

“Baru setelah istrinya dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat, dan menghubungi AAB, saudara AAB datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri,” tambahnya.

Yusri menuturkan, kepada ketiga tersangka lantas dilakukan tes lab. “Dilakukan tes urine menyatakan positif untuk ketiga orang tersebut mengandung metafetamine sabu-sabu. Semuanya lalu kami lakukan cek lab darah dan rambut, yang bersangkutan sudah jadi tersangka,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, pengakuan awal para tersangka menggunakan sabu sejak 4 bulan lalu. “Kami akan mengejar pemasoknya, dari mana dia membeli barang ini. Tim masih bergerak di lapangan,” katanya.

Editor : Dhita Seftiawan