Nia Ramadhani Minta Keringanan Hukuman, Ngaku Punya Anak yang Masih Kecil

Lintang Tribuana
Kamis 30 Desember 2021 15:19 WIB
Nia Ramadhani Minta Keringanan Hukuman, Ngaku Punya Anak yang Masih Kecil
Nia Ramadhani meminta keringanan hukuman saat sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2021). (Foto: celebrities.id/ MPI).

JAKARTA, celebrities.id - Nia Ramadhani meminta keringanan hukuman saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2021).  Alasannya memiliki tiga anak yang masih kecil.

Nia juga mengaku saat ini dirinya begitu merindukan ketiga anaknya di tengah kasus narkoba yang dihadapi.

"Doain ya biar cepat ketemu anak-anak," ujar Nia sambil berjalan menuju mobil di luar pengadilan.

Nia yang mengenakan kemeja biru muda, dipadu celana abu-abu dan heels putih, enggan berbicara banyak kepada wartawan. Dia bersama sang suami, Ardi Bakrie dijaga ketat bodyguard hingga berlalu menuju mobil putih.

Sebelumnya, saat di persidangan, dalam pembelaannya, Nia meminta keringanan atas tuntutan hukuman rehabilitasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut dirinya, Ardi Bakrie, serta sang sopir, Zen Vivanto. JPU menuntut mereka menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur selama 12 bulan.

Sementara, ketiga terdakwa sudah menjalani rehabilitasi di lembaga Fan Campus Bogor, Jawa Barat sejak 10 Juli 2021.

 

"Saya berharap diberi keringanan atas putusan yang diberikan kepada kami. Kami memohon Yang Mulia mempertimbangkan lama rehabilitasi yang sudah kami jalankan selama kurang lebih lima bulan," ujar Nia.

Selain itu, sang aktris meminta majelis hakim mempertimbangkan kondisinya sebagai ibu dari tiga anak, di mana mereka harus pisah dalam kurun waktu lama dengan orangtuanya yang terjerumus ke proses hukum ini.

"Saya pribadi memohon Yang Mulia mempertimbangkan juga kondisi saya sebagai ibu dari tiga anak yang masih kecil, yang saat ini mengalami keterbatasan dengan saya dan ayahnya di mana anak-anak memerlukan kehadiran saya sebagai ibu mereka dalam keseharian mereka," ujar Nia.

Sang kuasa hukum, Wa Ode Nur Zainab, dalam nota pembelaannya juga meminta agar terdakwa yang disebut sebagai korban penyalahgunaan narkotika, bisa direhabilitasi selama enam bulan. Masa rehabilitasi itu juga dikurangi dengan masa yang sudah dijalani ketiganya.  

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Namun, JPU menyatakan bakal tetap pada tuntutannya, yakni mengajukan rehabilitasi selama 12 bulan.

“Mencermati permohonan para terdakwa kami JPU masih tetap pada tuntutan kami yang telah kami bacakan sebelummya dengan mempertimbangkan masa rehabilitasi yang telah dijalani para terdakwa,” ujar JPU.

Majelis hakim masih akan bermusywarah atas perkara tersebut. Rencananya, sidang putusan bakal digelar pada 11 Januari 2022.

Editor : Tedy Ahmad