One Way dan Contraflow Arus Balik Pakai Indikator Kendaraan yang Melintas Per Jam, Begini Aturannya

Jonathan Simanjuntak
Kamis 05 Mei 2022 22:01 WIB
One Way dan Contraflow Arus Balik Pakai Indikator Kendaraan yang Melintas Per Jam, Begini Aturannya
Tol Jakarta-Cikampek terapkan one way untuk arus balik. 9Foto; celebrities.id/Jonathan Simanjuntak)

JAKARTA, celebrities.id - Jasa Marga mengumumkan pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow akan diterapkan berbeda pada arus balik pada 6 Mei mendatang. Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan dengan mempertimbangkan indikator jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol (GT) Utama.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan GT utama yang dimaksud, di antaranya, GT Kalikangkung, GT Palimanan Utama, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama arah Jakarta. 

“Ada sejumlah indikator penentu pemberlakuan rekayasa contraflow dan one way yang telah disepakati bersama pihak Kepolisian, yaitu dengan menggunakan kendaraan per jam yang melewati gerbang tol utama,” kata Dwimawan dalam keterangannya, Kamis (5/5/2022).

Pada GT Kalikangkung, Dwi mengatakan pihaknya segera melakukan rekayasa lalu lintas one way atau contra flow apabila sudah tercatat sebanyak 3.500 kendaraan per jam yang melintas di GT tersebut. Nantinya sejak, GT Kalikangkung ajak diberlakukan one way hingga Kanci.

Sementara, di GT Palimanan Utama pemberlakuan one way atau contra flow akan dilaksanakan apabila terdapat 4.000 kendaraan per jam yang melintas. Rekayasa lalu lintas kemudian akan dilakukan dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan hingga Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Terakhir, di GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung) dan GT Cikampek Utama rekayasa lalu lintas akan diberlakukan apabila sudah tercatat sebanyak 6.200 kendaraan per jam yang melintas. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan pun akan dilakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Artinya, indikator atau parameter ini dapat berbeda dengan jadwal pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way dan contra flow yang sudah pernah disosialisasikan sebelumnya. Hal ini mengingat periode arus balik sendiri diprediksi lebih sempit dibandingkan arus berangkat sebelumnya.

"Sehingga perubahan jadwal ataupun lokasi pemberlakuan one way sangat mungkin terjadi, mengingat dinamisnya lalu lintas nanti," ucap Dwimawan.

Editor : Hadits Abdillah