Paris Hilton Kunjungi Gedung Putih, Bahas Hak Remaja di Fasilitas Perawatan Umum

Joshua Alexander
Kamis 12 Mei 2022 17:44 WIB
Paris Hilton Kunjungi Gedung Putih, Bahas Hak Remaja di Fasilitas Perawatan Umum
ย Paris Hilton kembali hadir di Gedung Putih. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Paris Hilton kembali hadir di Gedung Putih. Pewaris hotel itu datang mengadvokat negara terkait meningkatkan perlidungan atas ketidakadilan kepada kaum muda.

“Sangat terhormat bisa kembali ke Washington DC untuk melanjutkan pekerjaan advokasi saya untuk pemuda yang dilembagakan di Amerika. Saya memiliki waktu yang menginspirasi pertemuan dengan staf kebijakan dan berjalan di aula barat @whitehouse dengan para pendukung. Saya sangat senang melihat bahwa kantor paling berkuasa di dunia didedikasikan untuk memparjuangkan hak-hak semua,” tulis Paris dalam keterangan di Instagram.

Dilansir dari Hollywoodlife pada Kamis (12/5/2022), Paris pernah dibawa ke Sekolah Provo Canyon pada tengah malam ketika dia masih remaja. Paris mengalami pelecehan fisik dan psikologis oleh staf yang berada di sana.ย 

Paris dicekik, ditampar di wajah, dimata-matai saat mandi dan dilarang tidur dan dipanggil dengan nama vulgar, bahkan dipaksa minum obat tanpa diagnosa. Tak hanya itu, rupanya Paris tidur di kamar yang dipenuhi darah.ย 

"Di sebuah fasilitas di Utah, saya dikurung di sel isolasi di sebuah ruangan, di mana dindingnya dipenuhi goresan dan noda darah,”ujar Paris.

Dia pun secara terbuka mendukung Undang-Undang Akuntabilitas Perawatan Jemaat yang bertujuan untuk mengakhiri pelecehan dalam pengaturan perawatan untuk kaum muda.ย 

“Saya yakin RUU ini akan menciptakan dunia di mana semua anak muda mendapat dukungan dan kesempatan yang mereka butuhkan untuk sembuh, berkembang, dan tidak hanya bertahan hidup,” kata Paris.

Diketahui, Paris tidak pernah berbicara tentang trauma yang dia alami itu hingga awal 2021. Namun, dia menyinggung rasa sakit yang dia derita pada Naomi Campbell yang merupakan acara YouTube tanpa filter pada April 2021 dan akhirnya dia menceritakan pengalamannya dalam film dokumenter YouTube Originalnya.

Editor : Tia Ayunita