Pariwisata Berkelanjutan Jadi Program Andalan Kemenparekraf, Pemicu Terbukanya Lapangan Pekerjaan

Novie Fauziah
Jumat 13 Mei 2022 23:07 WIB
Pariwisata Berkelanjutan Jadi Program Andalan Kemenparekraf, Pemicu Terbukanya Lapangan Pekerjaan
Pariwisata Indonesia kini mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan. (Foto: MNC)

JAKARTA, celebrities.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, di masa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia harus bangkit dengan mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.

"Hal ini sesuai dengan tren pariwisata pascapandemi Covid-19 yang customize, personalize, localize, dan smaller in size dengan menekankan aspek keamanan, kesehatan, konservasi bagi alam, budaya dan lingkungan, serta digitalisasi," kata Sandiaga dalam keterangan resminya.

Sandiaga menjelaskan, terdapat visi dan arah pembangunan sektor parekraf Indonesia di masa mendatang terfokus pada pengembangan kepariwisataan berkelanjutan. Di mana hal tersebut merupakan pengembangan yang kini sedang dilakukan.

Selain itu, program tersebut diharapkan memiliki sejumlah implikasi yaitu kelayakan ekonomi, kemakmuran lokal, kualitas kerja, keadilan sosial, pemenuhan pengunjung, kontrol lokal, kesejahteraan masyarakat, kekayaan budaya, integritas fisik, keanekaragaman hayati, efisiensi sumber daya, dan kemurnian lingkungan.

Nantinya, kata Sandiaga, Kemenparekraf akan melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk, pengelolaan destinasi wisata, service and hospitality management, dan juga sumber daya manusia melalui upskilling, reskilling, serta penambahan skill baru baik secara daring maupun luring.

"Kami percaya bahwa sektor ini bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia demi 34 juta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang menggantungkan hidupnya di sektor ini," tuturnya.

Editor : Andre Purwanto