Paska Gelaran Musik Coachella, Kasus Omicron Melonjak hingga 76 Persen

Rizky Pradita Ananda
Sabtu 30 April 2022 21:07 WIB
Paska Gelaran Musik Coachella, Kasus Omicron Melonjak hingga 76 Persen
Paska gelaran musik Coachella, kasus Omicron melonjak. (Foto: celebrities.id/Isntagram @aespa_official)

CALIFORNIA, celebrities.id - Kasus positif harian di Riverside County, California, dilaporkan melonjak hingga 76 persen dalam dua pekan terakhir, pasca gelaran festival musik Coachella Valley Music and Arts Festival pada 24 April 2022.

Meski acara festival musik ini digelar di ruang terbuka, tapi perhelatan festival musik terbesar di Amerika tersebut diketahui diselenggarakan dengan tidak mensyaratkan pengunjung untuk memakai masker, melampirkan bukti vaksinasi atau bukti hasil negatif swab tes Covid-19.

Profesor epidemiolog UCLA Fielding School of Public Health, Anne Rimoin menyebutkan kenaikan kasus positif harian karena gelaran Coachella ini bukan hal yang mengejutkan.

“Ketika Anda berada di dekat orang lain sambil bernyanyi, menari serta  makan dan minum. Semua yang dilakukan dengan festival ini, jangan heran kalau ada penularan atau transmisi,” kata Profesor Anne.

Seperti dilapor NBC News, Sabtu (30/4/2022) rata-rata kasus positif harian di Riverside County pada 14 April lalu disebutkan melonjak dari 102 menjadi 180 kasus pada Kamis, empat hari setelah Coachella selesai.

Profesor Anne menilai infeksi yang tercatat saat ini, bisa jadi angkanya lebih besar.

“Apa yang kita lihat ini hanyalah puncak gunung es,  karena kami tahu bahwa hanya sebagian kecil orang yang dites positif yang melakukan tes swab PCR atau tes yang akan dilaporkan," katanya.

Selain itu, menurutnya angka yang tersiar saat ini  kemungkinan kurang real, karena kebanyakan penonton Coachella bermukim di kawasan di luar area Riverside County. 

Sehingga jika dinyatakan positif setelah dari Coachella, angka kasusnya mustinya juga tercatat di tempat lain. Maka dari itu, Profesor Anne menyebut, butuh waktu setidaknya satu pekan lagi untuk mencatat seluruh cakupan kasus infeksi.

Editor : Imantoko Kurniadi