Pemerintah Sebut Pemberlakuan PPKM Darurat Membuahkan Hasil Positif

Widya Michella
Selasa 20 Juli 2021 19:17 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: celebrities.id/Instagram @wikuadisasmito)

JAKARTA, celebrities.id - Koordinator tim pakar dan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan penerapan PPKM Darurat telah menunjukkan hasil, yakni adanya penurunan mobilitas dan jumlah kasus harian.

"Namun demikian untuk memastikan kasus dapat sepenuhnya terkendali, maka dibutuhkan upaya dan kerja keras itu yang lebih kuat lagi. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar berupaya keras agar secepatnya lonjakan kasus di Indonesia ini dapat segera landai dan terkendali," kata Wiku dalam Konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara virtual, Selasa,(20/07/2021).

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan saat ini Pemerintah tengah mempercepat proses vaksinasi di Indonesia dengan menginstruksikan khususnya meminta stok vaksin di daerah  untuk segera dihabiskan.

"Untuk memastikan ketersediaan vaksin pemerintah menyatakan bahwa akan menerima kedatangan sebanyak lebih dari 30 juta dosis pada akhir bulan Agustus dan juga terus menjamin masyarakat dapat mengakses vaksin dengan baik dengan skema pemerintah atau gotong royong," ucapnya.

Lalu berbagai kendala implementasi di lapangan yang juga berasal dari laporan masyarakat terus dimonitor dan dievaluasi demi meningkatkan efektivitas kebijakan. Dengan tujuan akhir guna membentuk masyarakat yang sehat serta sejahtera di tengah masa pandemi Covid-19.

"Ke depannya beberapa hasil evaluasi yang ditemukannya seperti belum optimalnya di berbagai daerah akan menjadi dasar yang kuat tindak lanjut dari kebijakan PPKM Darurat ini," ujarnya.

Wiku menambahkan, relaksasi kebijakan pada masa pandemi Covid-19 perlu kehati-hatian. Menurutnya jika langkah relaksasi tidak tepat dan tak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat maka hanya akan memicu kasus Covid-19 meningkat.

“Berkaca dari pengetatan dan relaksasi atau langkah gas rem yang diambil pemerintah selama 1,5 tahun pandemi ini. Ternyata langkah relaksasi yang tidak tepat dan tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dengan baik dapat memicu kasus yang lebih tinggi,” katanya.

 

1
/
2