Pemkot Batu Edukasi Warga Jaga Lingkungan, Buat Pameran Patung dari Sampah Plastik

Avirista Midaada
Sabtu 23 Juli 2022 10:29 WIB
Pemkot Batu Edukasi Warga Jaga Lingkungan, Buat Pameran Patung dari Sampah Plastik
Pemerintah Kota Batu membuat kampanye kesadaran lingkungan dengan dari sampah plastik. (Foto: MPI/Avirista)

KOTA BATU, celebrities.id – Pemerintah Kota Batu membuat kampanye kesadaran lingkungan dengan dari sampah plastik. Di mana sampah-sampah plastik itu merupakan hasil pengumpulan dari seluruh warga Kota Batu yang didesain sedemikian rupa menjadi patung-patung yang menarik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Aries Setiawan mengungkapkan, pameran patung dari bahan sampah plastik ini mengambil tema '1001 Manusia Sampah' yang diinisiasi para seniman dengan tujuan mengampanyekan pengurangan sampah plastik.

"Inisiasi awalnya dari salah satu seniman bernama Rochim dari komunitas MAOS Art, kemudian kami yang ada di Pemkot Batu mencoba berkolaborasi untuk mewujudkan hal itu," ucap Aries saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi (23/7/2022).

Satu patung menurut Aries, memiliki diameter ketinggian berbeda-beda mulai dari satu sampai dua meter. Dimana satu patungnya dikerjakan oleh lima orang berbeda-beda tergantung patungnya.

"Kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat dari 24 desa/ kelurahan yang ada di Kota Batu.Mulai dari ibu-ibu PKK, pemerhati lingkungan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Pemkot Batu, pelaku usaha dan lainnya. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik di Kota Batu," ungkapnya.

Nantinya setiap orang atau kelompok yang terlibat pembuatan patung bakal diberikan sertifikat dan penghargaan dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Rencananya penghargaan itu bakal diberikan pada Senin 25 Juli 2022. Setelah dipamerkan hingga Selasa 26 Juli 2022, patung-patung sampah itu bakal dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung untuk diolah ulang.

"Patung-patung ini akan dibawa ke tempat Eduwisata di TPA Tlekung, nanti akan di-reinstlasi ulang. Nanti kalau rencana sementara akan dijadikan bentuk semacam monumen atau candi," katanya.

Pihaknya berharap adanya pameran patung dari sampah-sampah plastik mampu mengurangi sampah plastik yang masuk ke TPA Tlekung hingga 24 persen. Di mana dengan jumlah rata-rata sampah yang masuk mencapai 120 ton dan bertambah ketika akhir pekan atau musim liburan.

"Mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa tercapai hingga menyentuh angka 30 persen. Kalau saat ini rata-rata setiap harinya, sampah yang masuk ke TPA Tlekung dikisaran 120 ton, kalau akhir pekan atau musim liburan bisa mencapai 140 ton," katanya.

"Memang Bu Wali Kota juga berencana untuk mewujudkan Gerakan Batu Bebas Sampah Plastik dengan menyasar para pelaku usaha seperti toko ritel, restoran dan lainnya," tambahnya.

Di mana langkah awal telah dilakukan dengan meneken Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 81 tahun 2019 tentang Pembatasan dan Penggunaan Plastik. Pemkot Batu juga sudah membentuk tim pengawas terkait pengendalian penggunaan plastik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Satpol PP Kota Batu.

Editor : Tia Ayunita