Pemprov DKI Buka Posko Sapa di 23 Halte Transjakarta, Upaya Cegah Pelecehan Seksual

Bachtiar Rajab
Jumat 05 Agustus 2022 14:42 WIB
Pemprov DKI Buka Posko Sapa di 23 Halte Transjakarta, Upaya Cegah Pelecehan Seksual
Pemprov DKI buka Posko Sapa di 23 halte Transjakarta. (celebrities.id/Bachtiar Rajab)

JAKARTA, celebrities.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI berkolaborasi dengan PT Transjakarta (TJ) membuat Pos Sahabat Anak dan Perempuan (POS SAPA). Hal ini guna menghalau kasus pelecehan seksual yang kerap terjadi di tempat pelayanan publik.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, terdapat 23 titik POS SAPA yang tersebar di 23 Halte Transjakarta. Hal itu, ungkap Syafrin, sebagai salah satu bentuk konsistensi Pemprov dan TJ menekan kasus pelecehan seksual. 

"Saat ini tersedia di 23 halte TJ, jadi bagi masyarakat yang mengalami pelecehan seksual atau yg melihat kejadian, itu bisa melaporkan. ada nomor aduan 112 dan kemudian POS SAPA terdekat akan melakukan tindakan penanganannya," ujar Syafrin dalam jumpa pers di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2022). 

Syafrin menambahkan, terdapat petugas yang siaga di tiap POS bilamana terjadi kasus pelecehan seksual. Menurut Syafrin, para petugas tersebut telah dilatih khusus oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPAPP). 

"Dalam POS SAPA juga ada petugas-petugas TJ yang sudah dilatih oleh teman-teman dari Dinas PPAPP, mereka bisa dengan sigap melakukan tindakan penanganan jika ada laporan pelecehan seksual," tuturnya. 

Lebih lanjut, Syafrin menuturkan, Ia belum dapat memastikan di mana saja 23 titik POS SAPA yang tersebar di kawasan Halte Transjakarta tersebut. Karena, ungkap Syafrin, untuk hari ini pihak TJ tengah fokus mengkampanyekan mengenai pencegahan pelecehan seksual. 

"Untuk itu semua, tentu sosialisasi dan kampanye terus dilakukan. Hari ini KO (Kick Off) dari pelaksanaan kampanye yang akan ditindaklanjuti dengan pemasangan stiker untuk pencegahan atau upaya setop pelecehan seksual," katanya.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi