Penyakit Campak Bisa Ditularkan dari Batuk dan Bersin, Begini Cara Mengatasinya 

Icon CameraKevi Laras
Kamis 26 Januari 2023 06:51 WIB
Penyakit Campak Bisa Ditularkan dari Batuk dan Bersin, Begini Cara Mengatasinya 
Cara mencegah penyakit campak. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Campak menjadi infeksi virus yang disebabkan famili Paramyxovirus, seperti rubeola dan rubella. Penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara atau bisa melalui cairan hidung. Campak bahkan menjadi salah satu penyakit yang sangat menular. 

Indonesia juga kini tengah menghadapi penyakit tersebut di berbagai daerah dan ada yang menyatakan sebagai status kejadian luar biasa (KLB). Hal ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan berkaitan dengan capaian imunisasi di Indonesia selama kurang lebih dua hingga tiga tahun belakangan rendah. Lantas bagaimana cara mencegahnya? 

Cara mencegah penyakit campak

Menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) bahwa campak bisa terjadi karena dipengaruhi oleh status gizi dan imunisasi. Kondisi gizi buruk pada anak dan tidak imunisasi campak sangat berkolerasi. Maka dari itu, para orangtua diimbau untuk lebih memahami asupan sehat anak untuk mencegah penyakit tersebut. 

"Gabungan yang sempurna antara kurang gizi dengan tidak diimunisasi, jadi ketika asupan nutrisinya khusus protein hewani tidak cukup tentu saja, proses pembentukan sel imunitas atau antibodinya tidak cukup atau enggak kuat," kata dr. Piprim dalam Keterangan Pers Hari Gizi Nasional secara online, beberapa waktu lalu. 

Sebagai tambahan informasi, kasus campak berdasarkan data Kemenkes di 2023 sudah ada empat Provinsi melaporkan adanya kasus suspek. Namun, jumlahnya tidak disebutkan karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.  

Sementara di 2022 lebih dari 3.341 kasus campak dilaporkan. Hal ini disampaikan Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (kemenkes) dr. Prima Yosephine beberapa waktu lalu. 

"Untuk kasus untuk 2023 kita agak bisa lebih mengendalikan dan menekan kasus dibandingkan Tahun 2022 lalu. Saat ini ada laporan kasus campak memang masih baru suspek karena belum diperiksa di lab kita harus confirm di labnya dulu, ini suspek sudah ada dari NTB, Sumatera Barat, Maluku Utara dan Papua," kata dr. Prima.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News