5 Penyebab Biaya Haji Naik

Icon CameraIqbal Widiarko
Selasa 24 Januari 2023 16:09 WIB
5 Penyebab Biaya Haji Naik
Penyebab biaya haji naik karena berbagai faktor. (Foto: celebrities.id/Instagram @islamiccultrure__)

JAKARTA, celebrities.id - Penyebab biaya haji naik yang sedang diusulkan Kemenag menjadi perhatian, khususnya bagi warga Indonesia yang hendak merencanakan berangkat haji tahun ini.Ā 

Usulan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji yang harus dibayarkan oleh calon jemaah haji 2023 adalah sebesar Rp69 juta. Kenaikan itu secara garis besar disebabkan oleh antisipasi tentang perubahan harga transportasi dan akomodasi global.

Selain itu, naiknya ongkos haji juga dikarenakan semakin banyaknya jemaah yang mendaftar haji setiap musimnya. Jumlah ini terus meningkat setiap musim yang berlalu karena orang-orang yang sebelumnya tidak dapat menunaikan ibadah haji kemungkinan besar akan mencoba lagi musim berikutnya.

Dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (24/1/2023), celebrities.id telah merangkum penyebab biaya haji naik, sebagai berikut.

Penyebab Biaya Haji Naik

a. Nilai Manfaat Dana Haji Makin Meningkat

Berdasarkan penjelasan Dirjen Haji Kemenag Hilman Latief, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 hingga 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya sebesar Rp4,45 juta. Sementara BPIH yang harus dibayar jamaah sebesar Rp30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13 persen, sementara BPIH 87 persen.

Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19 persen (2011 dan 2012), 25 persen (2013), 32 persen (2014), 39 persen (2015), 42 persen (2016), 44 persen (2017), 49 persen (2018 dan 2019). Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59 persen.

b. Demi Menjunjung Asas Berkeadilan

Nilai manfaat dana haji bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Oleh karena itu, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia dan harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan.

Ā 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2