Penyebab Cuaca Panas Bulan Mei, Waspada hingga Pertengahan Mei

Oktiani Endarwati
Sabtu 14 Mei 2022 16:36 WIB
Penyebab Cuaca Panas Bulan Mei, Waspada hingga Pertengahan Mei
Penyebab cuaca panas bulan Mei salah satunya karena sudah memasuki musim kemarau. (Ilustrasi/Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id Penyebab cuaca panas bulan Mei perlu diwaspadai masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi suhu yang meningkat ini akan memengaruhi aktivitas dan kondisi tubuh.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum terukur selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33-36,1 derajat Celcius dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36,1 derajat Celcius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38,8 derajat Celcius di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 °C di Temindung Samarinda pada tahun 2018.

BMKG memprediksi cuaca panas akan terus berlanjut hingga pertengahan Mei 2022. Untuk itu, masyarakat yang akan melakukan aktivitas di luar rumah menjaga kondisi tubuh, terutama stamina dan kecukupan cairan.

Berikut ini celebrities.id telah merangkum penyebab cuaca panas bulan Mei, Sabtu (14/5/2022).

Penyebab Cuaca Panas Bulan Mei

Melansir dari BMKG, penyebab cuaca panas dan suhu terik bulan Mei dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut.

1. Posisi Matahari

Posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau. Kondisi ini membuat tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

2. Kumpulan Awan yang Berkurang

Penyebab cuaca panas di bulan Mei selanjutnya disebabkan oleh tingkat pertumbuhan awan serta fenomena hujan yang berkurang. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi. Hal ini menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

3. Memasuki Musim Kemarau

BMKG menegaskan bahwa cuaca panas yang terjadi bukanlah berasal dari gelombang panas. BMKG menyebut kondisi cuaca panas akhir-akhir ini adalah kondisi menjelang musim kemarau.

Sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang.

Editor : Oktiani Endarwati