4 Penyebab Keputihan Gatal, Salah Satunya Terjadi Infeksi

Laras Dwi Sasmita
Sabtu 23 Juli 2022 10:13 WIB
4 Penyebab Keputihan Gatal, Salah Satunya Terjadi Infeksi
Penyebab keputihan gatal yang harus diketahui wanita. (Foto: celebrities.id/freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Penyebab keputihan gatal semakin banyak dicari oleh wanita. Selain membuat tidak nyaman, tentunya kondisi ini terjadi disertai dengan berbagai gejala lainya bisa menjadi tanda penyakit di area vagina. 

Keputihan bisa terjadi karena pada dinding vagina dan leher rahim terdapat kelenjar yang memproduksi cairan atau pelumas. Cairan ini dihasilkan sebagai bentuk pertahanan tubuh wanita untuk menjaga kesehatan organ intimnya.

Keputihan pada umumnya berwarna putih, tidak berbau dan tidak terasa gatal atau perih. Namun, ketika keputihan tidak normal perlu diwaspadai karena bisa jadi tanda penyakit tertentu. 

Melansir berbagai sumber, berikut empat penyebab keputihan gatal, Sabtu (23/7/2022).

Penyebab Keputihan Gatal 

1. Infeksi bakteri vagina

Infeksi ini bisa terjadi ketika timbulnya lebih banyak bakteri jahat daripada bakteri baik di area vagina. Hal ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, seperti berganti-ganti pasangan seks, sering membersihkan vagina dengan douching atau pakai sabun kewanitaan dan tidak menjaga kebersihan organ intim.

Ketika terkena infeksi bakteri vagina bukan hanya keputihan gatal yang dirasakan melainkan sesansi terbakar saat buang air kecil, keputihan berbau menyengat dan berwarna keabuan atu kehijauan. Namun ternyata tidak semua wanita mengalami gejala ini. Ada kalanya infeksi sama sekali tidak disadari di awal kemunculannya karena tidak ada gejala yang tampak.

2. Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh protozoa (organisme bersel tunggal) yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom baik secara anal, vaginal, maupun oral. Anda bisa tertular trikomoniasis jika pasangan memiliki penyakit ini tanpa disadarinya.

Pada wanita, trikomoniasis bisa menyebabkan keputihan yang berbau busuk dengan warna putih, keabuan, kekuningan, atau kehijauan. Selain itu, keputihan juga membuat vagina terasa gatal.

Risiko penularan meningkat jika memiliki banyak pasangan seks, tidak pernah menggunakan kondom saat melakukan seks, memiliki riwayat infeksi menular tertentu dan sebelumnya pernah terkena trikomoniasis.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada vagina dapat menyebabkan perubahan keputihan. Umumnya vagina secara normal memiliki jamur atau ragi yang umumnya tidak akan memicu masalah kesehatan. 

Namun ketika jamur berkembang tak terkendali akan berisiko mengalami infeksi ragi atau jamur vagina (kandidiasis). Kondisi ini biasanya dipicu oleh berbagai hal seperti sedang minum antibiotik, hamil, punya diabetes kronis, sering makan manis, stres dan kurang tidur. Infeksi jamur vagina ditandai dengan gejala seperti keputihan berwana keabuan atau putih, area vagina membengkak dan memerah, rasa terbakar dan sakit saat kencing serta sakit saat berhubungan seks.

4. Gonore

Gonore atau kencing nanah adalah penyakit yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin, dubur, dan tenggorokan. Infeksi ini termasuk yang sering terjadi pada anak muda berusia 15 sampai 24 tahun.

Jika selama ini menganggap bahwa gonore adalah penyakit yang hanya menyerang pria, Anda keliru. Kondisi ini juga bisa menyerang wanita lewat hubungan seks vaginal, anal, dan oral.

Pada wanita, keputihan yang terasa gatal termasuk salah satu gejala yang menandai keberadaan penyakit ini. Selain itu, gejala lain yang biasanya muncul diantaranya ada sakit dan rasa terbakar saat buang air kecil, keputihan yang sangat banyak serta muncul bercak darah di antara siklus haid.

Editor : Endang Oktaviyanti