9 Penyebab Knalpot Motor Tiba-Tiba Berasap Ngebul, dari Seal Katup Bocor hingga Ruang Pembakaran Bermasalah

Tangguh Yudha
Kamis 28 April 2022 14:36 WIB
9 Penyebab Knalpot Motor Tiba-Tiba Berasap Ngebul, dari Seal Katup Bocor hingga Ruang Pembakaran Bermasalah
Penyebab Knalpot Motor Tiba-Tiba Berasap Ngebul. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id – Penyebab knalpot motor tiba-tiba berasap ngebul perlu diwaspadai lantaran kerusakan yang terjadi sudah cukup parah pada tahap ini. 

Selain tidak nyaman bagi pengendara itu sendiri, motor ngebul juga tentunya dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Penyebab knalpot motor tiba-tiba berasap ngebul cukup beragam dan bisa berkaitan dengan berbagai faktor. Motor yang ngebul bisa disebabkan oleh adanya gangguan di dalam komponen mesin, berikut adalah penyebabnya, dilansir dari blog resmi Suzuki, Kamis (28/4/2022).

1. Silinder atau liner mesin aus

Salah satu penyebab motor menjadi ngebul adalah silinder atau liner mesin sudah dalam keadaan aus. Kerusakan silinder tersebut biasanya diakibatkan oleh terganggunya komponen mesin motor lainnya, yaitu piston yang juga sudah dalam keadaan aus.

Silinder motor bekerja dengan cara bergesekan langsung dengan piston saat mesin motor sedang dalam keadaan menyala. Kondisi silinder mesin yang sudah aus akan mengakibatkan mengalirnya oli ke dalam ruang bakar,  sehingga bisa menyebabkan munculnya asap.

Langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi keausan pada silinder motor adalah dengan melakukan bore up. Pembubutan silinder motor tersebut harus menggunakan bantuan tenaga montir untuk melakukan turun mesin sebelum bore up.

2. Batang katup mengalami pembengkokan

Penyebab lain motor ngebul adalah batang katup yang mengalami pembengkokan. Seperti diketahui, batang katup dari mesin motor adalah untuk menghubungkan antara komponen klep dan cam. Jika bengkok, maka kedua komponen tersebut tidak bisa terpasang pada posisi center yang seharusnya.

Pembengkokan pada batang katup akan menyebabkan kedua sisinya mengalami tekanan dan salah satunya berubah menjadi longgar. Hal tersebut akan memperbesar kemungkinan oli mengalir ke dalam manifold, yaitu bagian yang terhubung secara langsung dengan ruang bakar.

Cara untuk mengatasi batang katup yang mengalami pembengkokan adalah melakukan penggantian terhadap sparepart tersebut. Bisa dengan memilih mengganti klepnya saja atau satu set dengan batang katupnya untuk menghindari potensi kerusakan pada komponen mesin lainnya.

3. Pengaruh dari knalpot

Jenis knalpot merupakan penyebab berikutnya yang bisa menyebabkan motor ngebul saat mesin panas. Ada jenis knalpot yang dilengkapi dengan sistem penyemprotan oli ke dalam spare part tersebut. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pembakaran, sehingga gas hasil emisi dalam suhu tinggi.

Kepulan asap motor yang disebabkan oleh pengaruh knalpot tersebut umumnya berwarna putih pekat. Pengaruh dari sistem penyemprotan oli ke dalam knalpot tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan mudah, apabila pasokan cairan pelumas tersebut sesuai dengan kapasitas mesin.

Langkah lanjutan yang perlu dilakukan untuk mengatasi motor ngebul akibat hal ini adalah melepas knalpot, lalu hidupkan mesin. Apabila motor tidak lagi mengeluarkan asap berwarna putih, tandanya harus mengganti knalpot atau membawanya ke bengkel untuk diperbaiki.

 

4. Ring piston sudah aus

Penyebab motor ngebul berikutnya adalah kondisi ring piston yang sudah dalam keadaan aus. Salah satu komponen ring piston di dalam motor mempunyai fungsi untuk mencegah oli masuk ke dalam ruang pembakaran. Apabila ring piston tersebut aus, maka akan mempengaruhi kerapatannya.

Ring piston yang aus akan menimbulkan adanya celah dalam saluran mesin motor, sehingga oli bisa merembes ke ruang bakar. Akibatnya adalah bahan bakar akan terkontaminasi dengan oli, sehingga hasil emisinya akan mengeluarkan asap tebal berwarna putih.

Tidak ada cara lain untuk memperbaiki ring piston yang sudah aus, kecuali dengan menggantinya. Hal ini tentu saja harus menggunakan bantuan montir karena letak ring piston berada di dalam mesin. Penggantian ring piston harus dilakukan dengan membongkar mesin terlebih dahulu.

5. Seal katup mengalami kebocoran

Seal katup merupakan bagian mesin motor yang berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara ke ruang pembakaran. Fungsi dari seal katup tersebut tidak akan bisa berjalan secara maksimal apabila komponen ini mengalami pengerasan, sehingga mengakibatkan kebocoran.

Dampak dari kebocoran seal katup tersebut tak lain adalah masuknya oli ke dalam manifold. Kebocoran seal katup dapat terjadi karena pemakaian motor yang sudah dalam jangka waktu lama. Motor yang sudah lama digunakan, lambat laun seal katupnya akan mengalami pengurangan kerapatan.

Penggantian seal katup perlu dilakukan apabila komponen tersebut memang jelas mengalami kebocoran. Pemilik motor harus membawa kendaraannya ke bengkel untuk memastikan bahwa komponen  yang menyebabkan asap ngebul adalah seal katup, sehingga bisa melakukan penggantian.

6. Pemasangan katup tidak tepat

Posisi pemasangan katup yang tidak tepat akan mengakibatkan terganjalnya komponen klep. Mesin motor dilengkapi dengan 2 katup, sehingga proses pemasangannya harus diperhatikan. Penyebab klep yang mengganjal bisa saja karena posisi katup pada mesin dipasang secara tertukar.

Pemasangan katup yang tertukar akan membuat posisi daun dan dudukannya tidak dalam posisi benar. Hal ini akan memicu terjadinya kebocoran, sehingga menyebabkan motor menjadi ngebul. Pemasangan katup yang tidak tepat pun akan menyebabkan mesin motor dalam suhu tinggi.

Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pemasangan katup tersebut adalah menyekir sparepart tersebut. Hal ini dilakukan agar daun dan dudukan katup berada dalam posisi yang seharusnya, sehingga klep tidak lagi terganjal dan dapat berfungsi dengan normal.

 

7. Kondisi oli mesin encer

Oli motor yang terlalu encer akan lebih mudah masuk ke ruang pembakaran. Hal tersebut tentu saja akan membuat cairan pelumas tersebut menyatu dengan bensin pada saat proses pembakaran.

Kondisi oli motor yang sudah encer tersebut juga bisa disebabkan karena tidak pernah dilakukan penggantian. Hal tersebut akan membuat oli mesin menjadi kotor bahkan habis, sehingga tidak bisa melumasi mesin pada saat proses pembakaran.

Cara mengatasi motor ngebul adalah mengganti oli motor dengan yang baru. Penggantian oli motor harus dilakukan secara rutin selama dua bulan sekali atau ketika sudah mencapai jarak 1500 km. Di samping itu, perhatikan pula tingkat kekentalan oli motor tersebut.

8. Tune up mesin berlebihan

Tune up mesin yang berlebihan juga akan menjadi penyebab motor ngebul. Hal ini dikarenakan pengaturan yang dilakukan tidak sesuai dengan mesin, sehingga memperberat kinerjanya. Upaya meningkatkan performa motor dengan cara tune up harus tetap memperhatikan kapasitas mesin.

Cara tune up yang tidak cocok juga akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak beraturan. Akibatnya adalah, suhu mesin menjadi semakin panas pada saat pembakaran, sehingga motor menjadi ngebul.

Solusi terbaik untuk mengatasi motor ngebul karena kesalahan tune up ini adalah mengembalikan standar pengaturan sesuai performa mesin. Sangat disarankan untuk memperbaikinya dengan menggunakan bantuan montir agar tidak menyebabkan kesalahan yang lebih fatal.

9. Ruang Pembakaran Bermasalah

Penyebab motor ngebul yang terakhir adalah motor sudah berusia tua, sehingga ruang pembakarannya menjadi lapuk. Motor ngebul akan bertambah parah apabila kendaraan jarang mendapatkan perawatan dan tidak menggunakan jenis bahan bakar yang tepat.

Alternatif untuk menyelesaikan permasalahan ruang pembakaran yang sudah lapuk tersebut adalah dengan membersihkan keraknya. Di samping itu, bahan bakar yang diisikan juga harus disesuaikan dengan karakteristik mesin supaya kinerjanya bisa lebih halus dan tidak mengeluarkan asap.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi