Penyebab Munculnya Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Menkes Ungkap Kemungkinan akibat Virus Adenovirus 41

Kevi Laras
Kamis 12 Mei 2022 18:43 WIB
Penyebab Munculnya Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Menkes Ungkap Kemungkinan akibat Virus Adenovirus 41
Menkes Budi Gunadi jelaskan asal usul Hepatitis akut misterius pada anak. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id- Kasus Hepatitis akut pada anak di dunia, diduga sudah masuk Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan adanya penelitian yang mengungkap asal usul penyakit itu.

Budi mengatakan virus Adenovirus 41 menjadi penyebab Hepatitis akut pada anak, namun belum bisa dipastikan. Sebab dalam banyak kasus, juga tidak ditemukan virus tersebut, sehingga masih dalam penelitian lebih lanjut.

Poses investigasi tersebut, melalui kerjasama Kemenkes RI dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Amerika dan Inggris dalam upaya mencari penyebab hepatitis akut.

"Perkembangannya kita monitor terus dan sudah banyak informasi tambahan. Secara umum perkembangannya cukup baik," kata Budi  dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI dikutip, Kamis (12/5/2022)

"Kemungkinan adalah virus Adenovirus 41 tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada virus itu. Kita masih melakukan penelitian bersama-sama," ucapnya

Budi menambahkan, bila jumlah kasus tertinggi terjadi  di Inggris yang kemudian, disusul oleh Italia, Spanyol dan Amerika Serikat. Dia juga menerangkan bila Indonesia, sudah melakukan pertemuan dan diskusi bersama CDC Amerika dan Inggris pada setelah satu hari lebaran kemarin. 

Dia menjelaskan bahwa kesimpulan masih sama yaitu belum dapat dipastikan secara 100 persen. Virus apa yang menjadi penyebab adanya Hepatitis akut misterius pada anak di dunia. 

"Kami sendiri sudah melakukan koordinasi dan diskusi CDC Amerika dan CDC-nya Inggris satu hari setelah lebaran. kami juga banyak mendapat informasi. Kesimpulannya memang belum dapat dipastikan virus apa yang 100 persen Hepatitis akut ini," ucap Budi

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada Anak yang meninggal pada 30 April lalu.

"Sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat tadi, tetapi masuk pada kriteria pending klasifikasi karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,” kata dr. Nadia dalam laman resmi Kemenkes pada (5/5/2022).

Editor : Hadits Abdillah