5 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis, Nomor 5 Paling Sering Terjadi

Icon CameraMuhamad Fadli Ramadan
Sabtu 14 Januari 2023 17:22 WIB
5 Penyebab Oli Mesin Cepat Habis, Nomor 5 Paling Sering Terjadi
Penyebab Oli Mesin Cepat Habis. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id – Penyebab oli mesin cepat habis wajib diketahui. Pasalnya, oli mesin menjadi hal yang sangat krusial bagi sebuah kendaraan agar tetap bekerja optimal.

Selain memiliki fungsi sebagai pelumas, oli juga bertugas menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas atau overheat.

Apabila oli mesin habis atau volume-nya berkurang, maka akan menyebabkan kerusakan fatal pada mesin. Bahkan dalam beberapa kasus, mesin bisa jebol dan harus turun mesin untuk mengganti komponen yang rusak. Jika sudah terjadi, maka biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Untuk itu, jangan tunggu mesin rusak akibat oli mesin yang habis.

Berikut lima penyebab oli mesin habis seperti dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (14/1/2023)

Penyebab Oli Mesin Cepat Habis

1. Oli Melebihi Kapasitas

Selain selalu menggunakan pelumas sesuai kebutuhan mesin, Anda juga wajib mengetahui takaran oli yang ideal. Pastikan volume oli mesin tidak melebihi batas maksimal pada dipstick.

Apabila melebihi kapasitas, maka oli akan luber ke filter udara. Selain itu, akan muncul asap putih yang menandakan bahwa oli tersebut terbakar. Kondisi ini dapat merusak seal engine. Panas yang berlebih akan membuat seal getas dan membuat oli mesin bocor.

“Jika oli berlebih, seal engine akan rusak dan mengakibatkan kebocoran. Oli akan rembes dan berisiko menyebabkan keausan pada komponen mesin seperti ring piston. Selain itu, kebanyakan oli juga membuat kerja mesin menjadi lebih berat,” kata Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), dikutip dari laman Astra Honda.

2. Ring Piston Rusak

Oli mesin yang habus juga disebabkan oleh ring piston rusak atau aus. Pasalnya, ring piston memiliki kerapatan yang berfungsi mencegah percampuran bahan bakar dan udara berlebih masuk ke ruang oli.

Bila ring piston aus, maka ring piston akan menjadi kendur dan udara akan masuk ke ruang oli. Tidak sekadar menyebabkan munculnya asap putih dari knalpot, kompresi mesin pun bakal turun. Apabila sudah terjadi, maka harus dilakukan overhaul atau mengganti komponen ring piston baru.

3. Packing Mesin sudah Tua

Penyebab kebocoran oli mesin juga bisa terjadi jika packing mesin sudah terlalu tua. Apabila merasa sepeda motor Anda sudah cukup berumur, tidak ada salahnya mengganti item yang disebut gasket ini dengan yang baru. Namun, pengerjaannya juga cukup lama dan membutuhkan biaya yang agak besar. Tapi, hasilnya mesin menjadi lebih segar dan terasa seperti motor baru kembali.

4. Oli mengalami penguapan

Penyebab oli mesin cepat habis yang berikutnya adalah terjadinya penguapan cairan pada mesin. Oli mesin menjadi cepat menguap akibat suhu panas pada saat motor sedang digunakan. Mesin yang panas pada saat motor dikendarai di tengah kemacetan juga cepat habis karena terkena panas.

Mesin yang semakin panas akan mempercepat proses penguapan oli motor, sehingga cairan menjadi cepat habis. Apabila hal tersebut tidak disadari oleh pengendara, maka dampak dari habisnya cairan oli motor tersebut akan berakibat fatal pada mesin karena kekurangan pelumas.

5. Jarang Mengganti Oli

Kasus ini paling sering terjadi, pengendara tak memerhatikan waktu penggantian oli mesin yang dianjurkan pabrikan. Mengingat oli mesin yang memiliki sifat menguap, maka penggantian oli secara periodik perlu dilakukan.

Penggantian oli mesin pada kendaraan bermotor sebenarnya memiliki ketentuan tersendiri yang harus dipahami oleh pengendara. Oli mesin harus diganti saat sudah mencapai jarak tempuh sekitar 2.000 hingga 3.000 kilometer pada sepeda motor. Sedangkan mobil setelah menempuh jarak 5.000 kilometer atau enam bulan sekali.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News