Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022, Pemilik Wajib Tahu

Hasyim Ashari
Sabtu 30 Juli 2022 18:44 WIB
Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022, Pemilik Wajib Tahu
Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022 perlu diketahui. Adapun Pajak Kendaraan Bermotor termasuk ke dalam jenis pajak provinsi yang merupakan bagian dari Pajak Daerah.

Lebih lanjut, Pajak Kendaraan Bermotor sebagaimana yang didefinisikan dalam Pasal satu angka 12 dan 13 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2009 adalah pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor. Dalam pelaksanaan pemungutannya dilakukan di kantor bersama samsat.

Kantor Bersama SAMSAT ini melibatkan tiga instansi pemerintah, yaitu: Badan Pendapatan Daerah, Kepolisian Daerah Republik Indonesia, dan PT. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja. Berikut Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022 seperti dilansir dari laman resmi Bapenda, Sabtu (30/7/2022):

Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022. (Foto:celebrities.id/Freepik)
Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022. (Foto:celebrities.id/Freepik)

Peraturan Pajak Kendaraan Bermotor 2022

Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor yang tertuang dalam Pasal lima UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2009 adalah hasil perkalian dari dua unsur pokok, yaitu:

  1. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
  2. Bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan Kendaraan Bermotor.

Khusus untuk Kendaraan Bermotor yang digunakan di luar jalan umum, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar serta kendaraan di air, dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor adalah NJKB.

Bobot kendaraan dinyatakan dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih besar dari satu, dengan pengertian sebagai berikut:

  1. Koefisien sama dengan satu berarti kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan oleh penggunaan Kendaraan Bermotor tersebut dianggap masih dalam batas toleransi
  2. Koefisien lebih besar dari satu berarti penggunaan Kendaraan Bermotor tersebut dianggap melewati batas toleransi.
 

1
/
3