Perjalanan Cinta Raja Charles III, Tragis dan Penuh Drama

Ajeng Wirachmi
Jumat 16 September 2022 12:54 WIB
Perjalanan Cinta Raja Charles III, Tragis dan Penuh Drama
Perjalanan cinta Raja Charles III. (celebrities.id/Reuters)

JAKARTA, celebrities.id - Perjalanan cinta Raja Charles III menarik untuk diulas. Setelah kematian ibunya, Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles naik takhta dan menjadi Raja Charles III. Pemimpin baru Inggris kelahiran 14 November 1948 itu juga merupakan ayah bagi calon Raja Inggris selanjutnya, Pangeran William dan Pangeran Harry. 

Lahir dan besar di lingkungan kerajaan, dia mengenyam pendidikan di sekolah swasta yang ada di lingkup kerajaan. Ketika memasuki perguruan tinggi, baru Charles belajar di kampus umum, yakni Trinity College di Cambridge pada tahun 1967.

Charles dinobatkan sebagai Pangeran Wales sekaligus pewaris mahkota Kerajaan Inggris pada 1971, bertepatan dengan tahun kelulusan kuliahnya dengan menyandang gelar sarjana. 

Satu hal menarik yang dapat dikulik dari Raja Charles III adalah terkait perjalanan cintanya. Semasa muda, ia bertemu dengan cinta pertamanya, Camilla Rosemary Shand atau dikenal dengan Camilla Parker Bowles. 

Pertemuan mereka terjadi pada tahun 1970 di Windsor, kala menyaksikan pertandingan polo. Diketahui, Camilla merupakan anak dari seorang perwira militer, Bruce Shand. Merasa memiliki kecocokan, Charles dan Camilla pun memutuskan untuk berkencan. 

Sayangnya, hubungan Charles dan Camilla hanya bertahan setahun. Melansir People, hal itu disebabkan Charles harus bergabung dengan angkatan laut kerajaan. Ditambah, jarak antara lokasi tinggal Camilla dan Charles yang amat jauh, serta jarangnya jadwal pertemuan mereka. 

Kala itu, pihak kerajaan juga menganggap Camilla tidak memenuhi syarat untuk menikahi seorang pewaris takhta kerajaan Inggris. Salah satu alasannya adalah karena Camilla tak mempunyai garis keturunan aristokrat. Pesimis akan masa depannya, pasangan muda itu lalu memutuskan untuk berpisah. 

Ketika Charles sedang melaksanakan tugas kerajaan di Karibia, Camilla memutuskan untuk bertunangan dengan Parker Bowles. Pria tersebut juga merupakan mantan kekasih adik Charles III, Putri Anne. 

Pada 1973, Camilla dan tunangannya memutuskan untuk menikah. Tak ayal, hal itu membuat Charles kacau. Masih menurut People, Charles bahkan berusaha menghentikan Camilla untuk menikah. Namun demikian, baik Camilla maupun Charles tetap menjaga hubungan pertemanan mereka. 

Ketika itu, Charles juga mendapat tekanan luar biasa dari media untuk segera menikah. Akan tetapi, Charles tidak terlalu menggubrisnya dan justru menjalin hubungan lagi dengan Camilla. Keduanya memulai perselingkuhan di sekitar tahun 1978 atau 1979.

 

Setahun berselang, Charles bertemu dengan seorang gadis muda berusia 19 tahun bernama Diana Spencer. Meskipun berusia 13 tahun lebih muda dari Charles, namun Diana berhasil memikat calon Raja Inggris itu. Tak membutuhkan waktu lama, keduanya pun bertunangan. Keluarga Spencer rupanya bukanlah pihak asing bagi kerajaan. 

Nenek Diana, Ruth Roche, pernah bekerja untuk kerajaan sebagai dayang ibu suri. Sementara ayah Diana merupakan seorang penunggang kuda kerajaan. Karena itu, keluarga Spencer memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pihak kerajaan. 

Bahkkan, Diana juga besar di lingkungan kerajaan. Ia biasa bermain dengan adik Pangeran Charles, Pangeran Andrew, yang usianya 1 tahun lebih tua dari Diana. Karena perbedaan usia yang sangat jauh dengan Charles, maka Diana kecil tidak pernah bertemu, apalagi menjadi teman sepermainan Charles. Satu hal yang menarik pula, Charles sebelumnya adalah teman kencan kakak Diana, Sarah Spencer.

Di mata Charles, Diana adalah gadis muda yang periang. Usai bertunangan, Chales dan Diana melangkah ke jenjang pernikahan pada 29 Juli 1981. Pernikahan kerajaan itu menjadi salah satu acara paling besar dan ditonton oleh setidaknya 750 juta orang dari sekitar 70 negara di seluruh dunia. 

Sayangnya, pernikahan yang dikatakan mirip dengan dongeng itu tidak berlangsung mulus. Cinta Charles kepada Camilla masih terlalu besar, sehingga membuat Diana tak nyaman dalam menjalani kehidupan rumah tangga. 

Meskipun kerap dilanda konflik, namun pasangan ini dikaruniai dua orang anak, yakni Pangeran William dan Pangeran Henry (Harry). Sebagai seorang ibu, Diana melakukan hal terbaik untuk anak-anaknya, salah satunya adalah dengan memasukkan William dan Harry ke sekolah formal. 

 

1
/
2