Permintaan Tinggi, Petani Kopi di Jawa Barat Diajarkan Ekspor secara Mandiri

Adi Haryanto
Jumat 23 September 2022 18:21 WIB
Permintaan Tinggi, Petani Kopi di Jawa Barat Diajarkan Ekspor secara Mandiri
Permintaan Tinggi, Petani Kopi di Jawa Barat Diajarkan Ekspor secara Mandiri. (Foto:celebrities.id/Freepik)

BANDUNG BARAT, celebrities.id - Kepala Dinas Perkebunan Jabar, Jafar Ismail mengatakan ekspor kopi dari wilayah di Jawa Barat sudah banyak yang dilakukan. Namun baru sekarang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan eksportir.

"Untuk ekspor kopi secara mandiri baru dilakukan di KBB, kalau daerah lain belum karena biasanya melalui eksportir," ucap Jafar saat ikut menyaksikan pelepasan ekspor Kopi Gununghalu ke tiga benua bersama Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan di Padalarang, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah penghasil kopi yang cukup besar di Indonesia. Kopi dari daerah-daerah di Jawa Barat juga memiliki cita rasa tersendiri. Misalnya ada Java Kopi Preanger yang berasal dari Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung, dan KBB

Kemudian untuk wilayah Bogor ada Kopi Robusta dan Tasikmalaya dengan Kopi Sukapuranya. Perbedaan geografis wilayah dan kontur tanah yang kemudian membuat membuat cita rasa kopi dari Jawa Barat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.

"Tingginya kopi di Jawa Barat membuat peluang ekspor semakin besar. Makanya apa yang dilakukan di KBB bisa menjadi contoh bagi petani lain, untuk melakukan ekspor secara mandiri," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, komoditi kopi tidak hanya sekadar memiliki nilai ekonomi. Tapi juga pohon kopi termasuk jenis tanaman konservasi yang bisa melindungi alam. Itulah mengapa banyak petani di Jawa Barat yang memanfaatkan lahan milik Perhutani untuk menanam kopi.

"Tanaman kopi ini masuk jenis konservasi sehingga sehingga tidak bertentangan dengan kebijakan Perhutani, karena banyak petani yang bekerja sama dengan PTPN untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai," katanya.

Pada ekspor perdana secara mandiri kopi dari Gununghalu dan Sindangkerta, KBB, ini tercatat ada 9,1 ton kopi atau setara dengan Rp1,5 miliar yang dikirim ke sejumlah negara seperti Amerika, Belanda, Turki, Bahrain, dan Arab Saudi.

"Ini membuktikan jika petani mulai bangkit pascapandemi Covid-19 dan roda perekonomian kembali bergairah," kata perwakilan kelompok tani kopi pelaku ekspor mandiri, Rani Mayasari.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra