Pertamina Bakal Produksi Baterai Kendaraan Listrik, Pakai Bahan Nikel

Icon CameraMuhamad Fadli Ramadan
Minggu 22 Januari 2023 17:41 WIB
Pertamina Bakal Produksi Baterai Kendaraan Listrik, Pakai Bahan Nikel
Pertamina bakal produksi baterai mobil listrik. Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id – PT Pertamina turut meramaikan eksositem kendaraan listrik. Selain membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Pertamina bakal memproduksi baterai kendaraan listrik.

Pertamina bertekad untuk mengoptimalkan sumber daya di dalam negeri, seperti nikel untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini dilakukan untuk meningkatkan tren kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami yakin dengan cadangan nikel di Indonesia, kami bisa memproduksi baterai dan meningkatkan penetrasi EV,” kata Nicke Widyawati dalam World Economic Forum seperti dikutip dari website Pertamina, Minggu (22/1/2023).

Menurutnya, Pertamina memiliki infrastruktur yang bisa dioptimalkan untuk penetrasi kendaraan listrik serta memiliki data segmentasi karakteristik, mobilitas, dan kemampuan membeli.

Selain itu, Pertamina memiliki lebih dari 7.400 SPBU, 6.100 Pertashop, dan 63 ribu outlet LPG. Pertamina juga siap berkolaborasi dengan pihak lain dari berbagai negara untuk mengembangkan baterai EV dan mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki.

Komitmen ini sejalan dengan rekomendasi yang diajukan oleh Gugus Tugas Energi, Keberlanjutan dan Iklim B20 yang salah satunya mengajukan rekomendasi kebijakan untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Kami mengusulkan beberapa rekomendasi kebijakan dan aksi kebijakan, terutama bagaimana mempercepat penetrasi EV di setiap negara,” ujar Nicke Widyawati yang juga menjabat sebagai Ketua B20-TF ESC selama G20 tahun 2022.

Nicke juga mengungkap rekomendasi kebijakan tersebut antara lain guna percepatan penggunaan energi berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta meningkatkan ketahanan energi.

“Ada target efisiensi energi sisi permintaan, bagaimana mengelola efisiensi energi dari sisi permintaan, dan kami percaya elektrifikasi menjadi faktor kunci keberhasilan,” ucapnya.

Selain itu, Nicke juga menyoroti perlunya pembiayaan, mengingat transisi energi ke energi terbarukan membutuhkan investasi modal yang sangat besar. Sehingga diperlukan dukungan investasi dari negara-negara maju.

“Kami membutuhkan kerangka kerja dan regulasi seperti insentif untuk mempromosikan dan mengakselerasi ekosistem EV,” ujarnya.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga sudah dimulai dengan melibatkan perusahaan asing dan BUMN, termasuk pertamina.

Setidaknya, saat ini ada empat perusahaan yang sudah berinvestasi di Indonesia untuk mendukung pengembangan EV, antara lain LG, CATL, Foxconn, dan BritishVolt.

Editor : Hadits Abdillah

Follow Berita Celebrities di Google News